Belajar Software Grafis dan Animasi, Demi Sebuah Impian Langganan Menang Lomba Blog

Banyak para pelomba blog beranggapan, bahwa untuk memenangkan lomba blog itu, selain kriteria utama yaitu tulisan yang bagus dan menarik, seorang blogger juga harus bisa menggunakan piranti lunak dalam hal ini software grafis, agar artikel blognya terlihat lebih kreatif sehingga menambah poin penilaian para juri. 

Anggapan itu memang benar karena konten grafis pastinya mendukung penilaian dalam sebuah artikel lomba blog. Membaca artikel di layar monitor itu beda dengan artikel di kertas. Kelamaan membaca di depan layar itu bikin perih mata, makanya akan lebih baik jika di tambahkan pelengkap berupa gambar gambar seperti grafis agar pembaca tidak bosan. 


Kalo untuk para blogger, menulis memang sudah pekerjaannya, dan bisa di bilang mudah. Giliran berikutnya yaitu menambahkan konten grafis yang bisa di buat dengan berbagai macam software, seperti Corel Draw, Adobe Ilustrator, Adobe Photoshop, dan lain sebagainya. Dan sayangnya masih banyak blogger yang minim dengan keahlian ini. 

Buat para blogger pelomba, pastinya kalian sudah sering mantengin blog para pemenang yang kontenya kreatif karena banyak gambar grafisnya. Dan dari situlah banyak blogger berinisiatif untuk belajar grafis agar bisa mengikuti jejaknya, jejak para pemenang. Salah satu yang melakukanya yaitu saya.


Semua saya lakukan secara mandiri atau otodidak atau belajar sendiri, seperti melalui artikel, buku, dan video tutorial di youtube. Dan inilah software yang saya pelajari untuk mendukung konten artikel blog, terutama untuk artikel lomba. 

Photoshop
Photoshop adalah software adobe yang di gunakan untuk mengedit foto. Seperti memotong gambar, menduplikat, menambahkan efek, menambahkan tulisan, dan lain sebagainya. Awal mula saya mempelajari software ini karena melihat salah seorang pemenang yang saya tanyai ternyata menggunakan photoshop untuk edit gambarnya, ya sudah saya ikuti saja.

Tampilan Adobe Photoshop CS3
Saya belajar photoshop sejak 2012 lalu. Waktu itu saya belajar melaui buku yang lumayan tebal. Awal belajar memang sulit karena harus memahami sendiri setiap toolnya. Tapi karena saya terus belajar, akhirnya sedikit sedikit bisa juga, terutama pada bagianya layernya.  


Bahkan, saya sampai mengulang bukunya, aliasnya mempelajari kemampuan tekhnis sebanyak 2 kali. Pusing sudah pasti karena seperti belajar matematika. Dan isinya itu ada 350an lembar lho huhuhu. Beda jika di bandingkan dengan baca novel yang isinya cerita. Belajar garfis itu kudu mikir keras.

Namun sampe sekarang, saya masih belum belajar belajar lagi, aliasnya kemampuan photoshop saya masih sekedar memotong gambar sama ngasih warna gitu, karena apa ? karena saya malah belajar software lainya, yaitu : 

Adobe After Effects
Jadi ceritanya, dulu saya ngeliat blognya Hartomo yang dulu pernah terkenal karena sering menang lomba. Dalam artikelnya seringkali memasukan video animasi yang ternyata di buat dengan software tersebut. Dari sinilah akhirnya saya belajar video animasi. 
Tampilan Adobe After Effects CS6. Dokpri
Saat ini saya belajar melalui video di yutube. Dan beruntunglah karena saya menemukan channel youtube yang khusus mempelajari video animasi. Dan sampe sekarang, saya sudah mulai bisa menggunakan software ini. Berikut contoh video animasi hasil belajar saya

Sebuah kiriman dibagikan oleh Amir Mahmud (@amirsilangit) pada


Awal awal saya belajar, saya membaca sebuah buku yang saya beli di bukalapak, dan ternyata gak terlalu sulit sulit amat sih software ini karena masih dari keluarga adobe. Tapi tetep pusing juga karena gak ada pengajarnya langsung yang mengarahkan, cuma modal artikel, buku dan video tutorial tadi. 


Karena gak mau gagal konsisten, akhirnya saya bikin jadwal sendiri, yaitu belajar 1 jam sehari selama 2 tahun. Wah lama sekali ya ? sampe sekarang sudah berjalan setahun lebih. Dan saya baru akan belajar softaware lain di tahun 2019 nanti. 

Dan konsisten itu gak mudah. Jadi setiap hari, saya kudu meluangkan waktu yang 1 jam sehari. Atau jika tidak, paling enggak 1 minggu saya belajar walau cuma sekali. Hasilnya, saya jadi bisa menggunakan software ini. Dan bahkan, gara gara software ini, saya bisa menang kuis sebanyak 4 kali dengan lumayana mudah. 

Seperti kemarin nih, di twitter ada kuis puzzle dari kopi kapal api, saya ikut saja buat mempraktekan kemampuan after effects saya. Dan setelah pengumuman, saya menang di urutan 1, waow, dapet kopi sepaket kan lumayan huhu, padahal baru pertama kali ikut. Di kuis lain pun saya menang karena mungkin jawabnya paling beda. 

Oiya, after effect adalah software yang lebih di khususkan untuk membuat video animasi grafis. Jadi kalo kalian liat video kartun tapi bisa gerak gerak, software ini bisa di pake untuk membuat video kayak gitu. Tapi bisa juga sih untuk mengedit real video, tapi pastinya fiturnya berbeda dan lebih sedikit di banding real software edit video yang di buat khusus untuk itu, seperti adobe premiere atau sony vegas contohnya. 

Ilustrator 
Nah, kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan adalah karena seharusnya saya belajar edit grafis, bukan animasi grafis huhuhu. Sayapun menyesal dan kenapa baru tau setelah di pikir pikir “lho kenapa tidak dari dulu saya belalajar software garfis, kenapa malah animasi?”. Tapi tidak apa apa lah, karena pastinya apapun ilmu yang kita pelajari, suatu saat pasti akan berguna. Contohnya seperti kemenangan saya di kuis kapal api.

Tampilan Adobe Ilustrator. Dok. https://sanchan93.deviantart.com
Namun walaupun sudah terlanjur basah, saya tidak mau berhenti, karena kalo berhenti, saya cuma dapet setengah. Mending lanjutin saja sampai selesai, dan baru beralih ke pembelajaran berikutnya. 

Di Ilsutrator, nantinya saya bisa membuat gambar grafis dengan mudah karena memang ini alatnya. Kalo pake photoshop bisa sih, tapi ribet dan lebih sulit. Dan waktunya pun lebih lama dalam pengerjaanya. 


Januari 2019 nanti, saya sudah berencana untuk belajar Ilustrator, sambil membayangkan sering menang lomba karena saya bisa membuat gambar grafis. Masternya pun sudah saya download di laptop saya, tinggal saya install kalo sudah waktunya. Karena jika saya install sekarang, pasti saya jadi sering buka dan gagal-lah fokus saya. Ah sudah tak sabar menunggu. 

Oiya, kesalahan lain yang pernah saya lakukan yaitu karena belajar coding CSS. Inpirasinya karena melihat blognya Mas Hartomo pula yang bisa bikin custom CSS di blognya. Dan saya pun sudah belajar sampe 250an halaman dari sekitar 500 halaman. Dan kemudian berhenti karena ternyata saya salah langkah. 

Duh niat banget ya saya ? Andai dulu saya kuliah, pasti ilmu saya sudah banyak karena semangat belajar saya begitu tinggi. Doain ya agar saya bisa kuliah dari hasil ngeblog, amin. 


Lanjut, karena belajar CSS, otomatis waktu saya juga jadi berkurang, Andai dulu saya belajar software saja, paling enggak photoshop, pasti ilmu edit gambar saya sudah lebih baik. Tapi itulah yang namanya belajar otodidak, apa apanya serawutan, gak terarah, tapi lebih paham karena banyak mengalami trial error. 

Nah, itulah pengalaman saya belajar software demi sebuah lomba blog. Kalo ada yang bilang “hey kenapa artikelmu isinya lomba semua, bosenin”. Eh tapi semua orang itu punya alasan sendiri sendiri dong ya, yang jika di jelaskan pasti bikin kamu mangguk mangguk dan jawab “oh begitu ya”. 

Nah, dulu blog ini juga berisi banyak lomba, tapi sekarang kebanyakan cuma berisi artikel biasa karena blog yang sering saya pake buat lomba, alamatnya di https://kangamir.com. Terimakasih, semoga ada manfaatnya. 

Subscribe to receive free email updates:

30 Responses to "Belajar Software Grafis dan Animasi, Demi Sebuah Impian Langganan Menang Lomba Blog"

  1. Aku dari dulu mau belajar, tapi belum kesampean mas hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo saya berusaha banyak belajar, tapi keseringan salah salah Mas

      Hapus
  2. Hhhhmmm... pake photoshop ya Bang?

    BalasHapus
  3. Keren ya mas Amir, belajar otodidak desain grafis cuma 1 jam per hari. Tapi tiap bulan jadi langganan pemenang lomba. Semoga impiannya untuk kuliah juga segera terwujudkan ya.

    BalasHapus
  4. Saya senang kalimat, ngeblog bisa kuliah... Semangat kang, saya doakan :)

    BalasHapus
  5. Wah keren mas amir, saya pernah belajar animasi grafis tapi pusing sendiri wkwk. Akhirnya udah mantep di desain grafis aja pakai corel draw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya saya juga iya, Diko. Tapi karena tekad sudah bulat ya saya nikmati saja, akhirnya sedikit sedikit bisa juga. Kalau mau belajar animasi grafis After Effects di channel youtubenya DIDIET 15 di youtube. Di situ khusus mempelajari 1 sotware, sampe sekarang sudah ada 62 tutorial dan mudah di pahami

      Hapus
  6. Pengalaman saya, belajar software design apapun ( 2d, 3d, animasi) itu bisa dilakukan dan sipelajari oleh setiap orang. Apalagi ada youtube dan tutorial lainnya. Masalah dasarnya terletak pada out yang erat hubungannya "sense" atau "rasa". Ini yang membedakan satu dengan yang lainnya. Apakah sense ini bisa dipelajari, bisa iya bisa tidak namun yang pasti sampai sekarang saya belum menemukan jawabannya. Keep learning and trying to find the sense.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya kurang paham soal output dari karya desain grafis, sepertinya tentang penggambaran diri atau objek. Keep learning pokonya

      Hapus
  7. Kalo saya jujur rada kesulitan untuk belajar di Adobe, jadi saya hanya mengandalkan PowerPoint. Yah meskipun gak secetar membahana kayak grafis buatan Adobe, tapi hasilnya alhamdulillah, berkat grafis dari PowerPoint, saya menang di lomba blog Cheria Travel dan bisa terbang ke Aceh gratis. Selamat berjuang mas Amir... Good luck. Kalo udah mahir, wah makin GAHAR nih mas Amir, hehehe....

    Intinya, jemput rezeki (lomba blog) dengan beragam cara positif, salah satunya adalah dengan design grafis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalo untuk software grafis, banyak yang milih Corel Draw, Adobe lebih njlimet karena banyak toolnya. Tapi kalo udah terbiasa ya gampang juga sih

      Hapus
  8. Kalo aku pengen belajar 3D mas. Soalnya tuntutan juga sih. Biar bisa visualin permintaan client jika nanti minta dibikinin gambaran desain bangunan (rumah yg mrka inginkan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak arsitektur memang sepertinya di tuntut untuk bisa desain 3D, biar visualnya bisa menggambarkan realita bangunanya

      Hapus
  9. Kalau saya mencoba untuk mendalami photoshop dan movei maker untuk melengkapi artikel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Photoshop juga tak kalah bagus, bisa bikin gambar gambar dengan efek mankjubkan. Movie maker walaupun software sejuta umat, tapi kalo di maksimalkan, hasilnya juga tak kalah menarik

      Hapus
  10. kalo saya gak ada yang bisa mas untuk software di atas,,,,,,,,, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti kudu belajar kalo mau bisa hehehe

      Hapus
  11. Mantap, bisa konsisten belajar grafis. Kalau saya sering gak konsisten. Jadi, bisanya hanya sampai itu-itu saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu saya juga sering gagal konsisten, tapi sekarang mulai di perbaiki, 1 jam sehari, atau paling tidak seminggu 1 jam saja, sedikit sedikit yang penting ada progress

      Hapus
  12. Kalau saya belajar tanam padi aja deh mir, usia segini udah gak kuat ngejar grafis kelas tinggi, good luck jalan masih panjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah pas sekali, besok ya karena saya akan membuat artikel cara menanam padi dari benih sampe panen dan jadi beras

      Hapus
  13. Saya mah gak paham sama software di atas, karena emang gak pernah belajar. Padahal penting banget buat nunjang hobby blog kita. Tapiii kalo disuruh desain rumah pakai autocad 2d dan desain tambang pakai minescape, aku maju kang wkwkw

    BTW , mampir sebentar di blog aku ya kang http://nheyta.blogspot.co.id/2018/03/cukup-sekali-saya-menderita-dua-kali.html#gpluscomments

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah berarti arsitek dong, keren dah pokonya. Langsung ke TKP

      Hapus
  14. Masya Allah, kagum dengan semangatnya.
    Ada nggak tempat download software gratisnya? Yang full dan bebas malware gitu mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di bagas32 Mbak, atau kuyhaa, soalnya link downloadnya di puter puter banget

      Hapus
  15. Wah mas. Keren dah. Kalau ada niat pasti ada jalan untuk berhasil belajar dari desain tersebut. semangat berkarya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, saya selalu semangat pokonya

      Hapus