Tentang Penyelenggara Lomba Blog yang Toleran Terhadap Pesertanya Saat Penjurian


Beberapa waktu yang lalu, saya sengaja pergi ke Jakarta untuk riset sebuah lomba, dan,  apalagi kalau bukan lomba blog. Dan pastinya karena saya bepergian, saya banyak keluar biaya. Tenaga sudah pasti lelah karena pulangnya saya mabuk kendaraan. 

Rasanya tuh sangat tersiksa. Badan lengket penuh keringat, di tambah mual mual, telinga seperti berdengung, kepala pusing, mana bus belum sampe tempat istirahat padahal udah kebelet banget pipis, pake acara oper bus segala, ah gak enak banget, seperti terkurung dalam sel tau nggak.

Barang bawan saat ke Jakarta
Lalu setelah pemenang di umumkan, menang enggak ?

Enggak, saya nggak menang, dan saya biasa saja biarpun udah keluar uang banyak, kemudian introspeksi diri, kenapa saya kalah ? Yah namanya juga usaha, Tuhan itu tau dimana rejeki setiap manusianya. Salah satu cobaanya yaitu harus apes menerima kekalahan.

Untuk memenangkan sebuah lomba, saya harus membuat konten semaksimal mungkin. Bahka saya rela bepergian jauh hanya untuk riset doang. Nah, kalo kalian yang nulisnya cuma sejam kemudian sangat berharap menang, diluar sana ada banyak blogger yang usahanya luar biasa. Uniknya, mereka fokus ke kontenya, bukan ke hadiahnya. 

Nah, karena suatu kesalahan yang sangat sangatlah sepele, saya harus sering menerima kekalahan walaupun sebenarnya entah menang atau tidak. 

Jadi, kesalahan yang saya lakukan yaitu karena facebook saya terprivate tanpa sepengetahuan saya, yang mengakibatkan publish artikel saya tidak terlihat oleh penyelenggara. Padahal itu salah satu syarat wajib yang harus di penuhi oleh peserta lomba. Dan ini terjadi sudah sampai 2 tahunan.

Status terprivate, publik tidak bisa melihat status Anda.

Karena hal ini, saya sampai kalah  7 kali berturut turut, 5 kali berturut turut, dan banyak lagi yang lainya. Walaupun sebeneranya entah menang atau tidak, tapi semisal saya tidak memprivat facebook saya, paling tidak ada 1 lomba yang saya menangkan. 

Baca juga : 

  1. Ketika Selalu Kalah dalam Lomba Blog
  2. "Bermain Judi" dalam Lomba Blog
  3. Kesalahan Fatal yang Pernah Saya Lakukan dalam Lomba Blog
Dan kemaren, saya baru saja memenangkan lomba blog dari sebuah start up penyewaan ruangan, yaitu spotqoe. Jadi, dalam SK lomba blognya, peserta di wajibkan untuk mempublish artikelnya dengan menyematkan hashtag dan juga men tag akun miliknya. Dan tag baru akan terlihat jika seorang pengguna facebook tidak memprivate facebooknya. Tapi, tanpa sepengetahuan saya, saya memprivatenya,  2 tahun pula hiks hiks. 

Pihak spotqoe sudah mengabari saya soal ini, dan waktu itu kebetulan saya baru bisa mengirimkan screenshoot bukti publish sosmednya karena browser saya sedang eror. Pihak spotQoe menyuruh saya untuk tidak memprivate status saya. Dan entah kenapa saya baru sadar jika selama 2 tahun, saya telah memprivate status facebook saya. 

Setelah browser terbuka, akhirnya saya bisa mengubah status facebook saya ke public. Dan seketika status facebook saya yang berisi mention ke spotqoe pun terbaca. Ah senangnya.

Perhatikan logo bola dunia diatas yang menandakan status publik sebuah status

Tapi bukan itu saja lho, karena spotqoe juga mengkoreksi artikel saya yang kontenya keliru. Jadi harusnya saya menampilkan website spotqoe, tapi malah saya menampilkan website sebuah lembaga pendidikan computer. Tau hal itu, saya pun langsung memperbaikinya. 

Pikir saya waktu itu, kenapa spotqoe begitu baik karena mau mentolerir dan mengkoreksi kesalahan saya ? 

Dari kesalahan yang saya lakukan, saya mulai berbenah diri dan masih terngiang ngiang “jadi selama ini saya banyak tidak memenuhi persyaratan lomba karena facebook saya terprivat”. 

Dan setelah pengumuman, saya berhasil meraih 3 besar. Trimakasih spotqoe. Penyelenggara lomba blog yang seperti inilah yang banyak di di cari, karena mau berbaik hati dan toleran terhadap kesalahan peserta lomba blog biarpun masih dalam penjurian.



Buat kalian, barangkali lupa kalau kalian dulu pernah mensetting status facebook kalian ke privat, misal teman saja, atau teman selain. Karena setelah facebook di setting private, seterusnya dia akan terprivate juga, punyaku sih begitu. 
Pengaturan Status publik

Oiya, saya juga pernah melihat ada blogger yang ikut lomba, tapi akun twiitternya di private, IG nya juga, padahal IG itu paling andil karena menurut saya paling berpengaruh di banding sosmed lainya.

Penyelenggara lomba sebelumnya yang juga mentolerir kesalahan saya pas masa penjurian yaitu AC Daikin. Jadi pas lomba tersebut, peserta harus menaruh banner di sidebar, bukan dalam postingan, sementara punya saya dalam postingan. 

Lalu saya di email untuk menaruh banner di sidebar untuk penentuan pemenang. Waktu itu kayaknya saya lagi ada dijalan, lalu saya ngebut buat benerin banner. Dan begitu pengumuman, saya masuk juara favorit, aseeek. 

Nah, untuk lomba lain, ada juga, yaitu dari produsen air minum. Jadi artikel tersebut saya sudah bikin sedemikian rupa, tapi ternyata ada syarat dan ketentuan  yang saya langgar, yaitu status facebook saya terprivate. 

Kemudian saya mendapat email untuk tidak memprivate facebook saya supaya share artikel dengan hastag dan mention keliahatan notifikasinya di fanspage miliknya. 

Karena saya pikir facebook saya tidak di private, ya saya biarin aja. Eh begitu pengumuman, saya gak masuk daftar, favorit pun gak dapet. Dari situ saya berpikir “sebenarnya apa yang kurang dari postingan saya”. 

Dari hampir 200 lomba blog yang pernah saya ikuti, baru 3 kali ada penyelenggara yang peduli terhadap pesertanya saat penjurian. Namun baru spotqoe yang begitu peduli dengan peserta sampai sejauh itu.

Btw, kenapa facebookmu di private ?
Itu karena dulu  suka ada yang nyinyirin saya di status fb saya, padahal saya tidak salah apa apa. Indonesia emang gitu. 

Mulai sekarang, saya jadi belajar bahwa menjadi seorang influencer yang postinganya berisi produk untuk di pasarkan ke khalayak ramai, saya tidak lagi memprivate sosmed saya, biar semua orang tau tentang produk yang sedang saya promsosikan. 

Subscribe to receive free email updates:

7 Responses to "Tentang Penyelenggara Lomba Blog yang Toleran Terhadap Pesertanya Saat Penjurian"

  1. Saya juga dulu gitu mas. FB ter private, jadi gak ketahuan ngeshare lomba. Tapi, saya kalah bukan karena kurang syarat share lho ya, saya kalah karena emang layak kalah wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo fb keprivat, usaha kita jadi sia sia, padahal itu cuma kesalahan kecil banget

      Hapus
  2. kesalahan kecil bisa berakibat sangat fatal ya mas. harus hati-hati mulai sekarang aku... #jejakbiru

    BalasHapus
  3. Enak ya mas kalau penyelenggaranya toleran. Kalau saya suka juri yg memberikan alasan kenapa suatu karya itu menang lomba, jadi kita tahu kekurangan kita.

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah aku juga pernah kalah lho mas. Sering malahan..dari 17 kali ikut lomba, aku 18 kali kalah seingetku.

    BalasHapus
  5. Wah, kesalahan kecil bisa berakibat begitu besar. Mudah-mudahan di kesempatan lomba berikutnya bisa menang ya. Betewe, itu batrenya telponnya udah sekarat tuh mas :D haha ya ngapa nyambung ke batre telpon dah...

    BalasHapus
  6. Kalau memang karena alasan private fb ada yang nyinyirin kenapa orang tu ga di block aja mas, kan lebih damai ... kita lebih bisa berekpresi tanpa harus pusing mikiri dia yang suka nyinyir. Kan sayang udah banyak effort yang dikeluarkan buat lomba, eh tau2 tersandung cuma gegara fb di private.

    tapi syukur deh masih ada penyelenggara lomba yang peduli

    BalasHapus