Cara Menanam Padi, dari Mulai Menanam Benih sampai Panen

Cara menanam padi
Ibu saya sedang nanem padi.
Nasi putih terhidang di meja
Kita santap setiap hari
Beraneka macam hasil bumi
Dari manakah datangnya
Dari sawah dan dari lading
Petanilah penanamnya
Dst…

Ya, itulah penggalan lirik lagu anak anak yang dulu sering saya dengar sekitar tahun 90an. Seneng sekali dengernya waktu itu, mengingatkanku bahwa bumi Indonesia ini sangat kaya akan sumber daya alam. 

Oiya teman, mau tanya nih, adakah dari kalian yang selain ngeblog, tapi juga bertani ? atau mungkin pernah ke sawah nandur  pari atau nanem padi ? Kalo boleh aku tebak, kayaknya jarang deh, secara profesi blogger identik dengan kaum intelektual yang kerjanya kantoran atau pekerjaan bergengsi lainya, berpenghasilan tinggi, berpendidikan tinggi, dan dari kalangan menengah ke atas. Kalau ada, berarti sama dengan saya dong hehehe.

Cara menanam padi
Hamparan padi di sawah
Ya, jadi saya ini nih selain ngeblog, saya ini juga seorang petani. Saya udah terbisa menggarap sawah dari mulai membuat kluyon (lahan untuk penyemaian benih padi) sampai panen dan jadi beras. Itu karena saya hidup dari keluarga petani. Rama Biyungku (Ibu dan Bapaku) adalah petani, dan saya menuruni. Untuk panen kemaren agak lumayan, karena air di sawah agak banyak, jadi sawah ter airi dan padi tumbuh subur, Alhamdulillah.

Proses pembuatan kluyon
Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi cara sesuai pengalaman saya, bagaimana sih menanam padi dari mulai membuat kluyon, menanam benih sampai panen. Untuk benih padinya yang biasa saya tanam yaitu varietas Cierang atau Cipongga. Cierang itu gak terlalu tinggi pohonya, dan berasnya enak. Sedangkan Cipongga pohonya agak tinggi, batangnya kuning dan rasa nya juga enak. Sedangkan padi galur pohonya tinggi besar, dan tumbuhnya banyak, tapi berasnya kurang enak. Padi galur biasanya di tanam untuk dijual karena biasanya hasil panenya lebih banyak dari varietas lainya. Dan berikut langkah langkahnya. 

1] Sebelum menyebar benih pada kluyon, pertama tama kita harus merendam benih padi pilihan (unggulan) dulu dengan air selama kalo gak salah 2 hari 2 malam. Setelah itu, benih dimasukan kedalam karung lalu di timbun agar benih methikil (tumbuh tunas). Untuk lahan sekitar 120 ubin. (1 ubin 2x2 meter), butuh benih padi sekitar 5 kg. 

Benih padi yang sudah siap untuk di sebarkan ke kluyon
2] Setelah itu, kluyon di buat untuk menyebarkan benih. Baiknya kluyon di buat melengkung membentuk sudut cembung menyerupai jalan aspal, sehingga air yang ada di atasnya bisa turun dan benih tidak terendam, karena jika terendam maka benih sulit tumbuh. Perhatikan selalu kondisi kluyon juga jangan sampai kerendam air. Kuraslah air agar benih tetap tumbuh subur. Boleh kerendam air asalkan benih padi sudah nancap dan mengakar di lumpur kluyonya. 

Proses penyebaran benih ke kluyon. Dok https://nasasukabumihabibie.blogspot.com/
3] Setelah benih berumur 1 minggu, taburkan pupuk urea tabur agar benih cepat tumbuh subur. Ingat, jangan mengurea pas masih pagi karena daun benih padi masih terdapat embun pagi. Selain itu jangan mengurea juga di saat hujan atau gerimis, karena benih akan terbakar dan daunya berwarna kuning, akibatnya, benih jadi tumbuh tidak subur.

4] Setelah berumur 18 hari dengan tinggi kira kira 1 kilan (ujung jempol sampai kelingking) tangan orang dewasa, benih padi boleh di daut (cabut) untuk di tanam. Cara menanamnya yaitu menggunakan tali kenur agar barisan padinya rapih. Baiknya juga, cara menanamnya di kasih jarak yang agak renggang, agar padinya subur, punyaku kemaren sih begitu, karena di tanam agak jarang jarang, padinya sangat subur. 

Cara menanam padi
Benih padi umur 18 harian yang siap di daut
Cara menanam padi
Proses menaut benih padi
5] Setelah padi di tanam kira kira 1 minggu, kita kasih urea lagi, bisa juga dengan campuran poska. Poska yaitu pupuk berwarna merah kebiruan berbentuk bulatan kecil. Urea yang di campur poska biasanya urea tabur, sedangkan urea tablet tidak di campurkan. Untuk sawah 25 ubin, takaranya yaitu sekitar 10 kg urea. Namun jika ternyata kurang subur bisa di kasih lagi. 

Kalau sawah lagi banyak airnya, baiknya di kasih urea tablet agar nutrisi dari ureanya langsung keserap oleh tanah dan akar padi. Sedangkan kalau sawah sedang kering atau airnya lagi surut, kasih urea tabur karena lebih mudah. Tapi kasih urea tablet gapapa. 

Urea tablet
Urea tablet

Cara menanam padi
Membuat lubang dengan cara di injak sebagai tempat menaruh urea
Cara menanam padi
Proses memasukan urea ke lubang tadi

Menurut pengalaman, sawah kalau lagi banyak airnya tapi ureanya urea tablet yang di tancapkan satu persatu dengan tangan, padinya tumbuh subur. Sebaliknya, kalau sawah lagi banyak airnya tapi ureanya urea tabur, urea hanya hanyut terbawa air dan tanaman pun tidak terlalu subur.

6] Setelah tandur dengan umur padi kira kira 7 hari, jangan lupa di watun (dibuang rumput rumput atau gulmanya) yang banyak tumbuh di area padi. Lakukan setiap kali gulma tumbuh, agar padi bisa tumbuh subur. Paling banyak 2 kali, pertama yaitu sekitar 7 hari setelah tandur, kemudian setelah padi menghijau namun belum mrucuti. Jangan di watun saat padi mrucuti (beranak), karena bisa kopong (kosong isinya), nanti malah gagal panen.

Menanam padi
Proses ndaut atau menghilangkan rumput di area padi tumbuh
7] Setelah padi mulai mrucuti, baiknya di semprot pupuk (nama pupuknya saya kurang paham karena saya jarang melakukanya). Hal ini dilakukan agar walang sangit tidak menghisapi isi padi yang terasa manis saat masih muda. Karena sering terjadi, jika saat mrucuti tapi tidak di semprot, saat tua, padinya kopong, karena isinya udah di makan walang sangit.

Cara menanam padi
Padi mrucuti
Cara menanam padi
Menyemprot padi yang sudah tumbuh anak (mrucuti). Menyemprot juga bisa dilakukan setelah umur padi 7 harian
8] Setelah umur 3 bulan, padi akan menguning  dan merunduk, dan sudah saatnya di panen. Untuk memanen, saya biasanya menggunakan mesin rontok manual menggunakan onthelan sepeda. Namun sekarang mulai banyak mesin rontok menggunakan mesin berbahan bakar bensin.

Cara menanam padi
Gebugan padi

Cara menanam padi
Mesin rontok padi
Kalau pakai rontok mesin, panen jadi cepet banget. Tapi untuk sawah yang ukurannya kecil, saya menggunakan gebugan, yaitu alat berbentuk segitiga yang terbuat dari kayu atau bambu, untuk menyabet nyabetkan padi supaya rontok.

9] Setelah di panen, padi dijemur sampai kering, kalau panasnya banter, 3 hari sudah kering. Kalau panasnya jarang, bisa sampai semingguan. Tanda padi sudah kering yaitu sudah keras bijinya. Kalau sudah kering, padi di tapeni (di buang gabang kopongnya) menggunakan tampah. Tapi saya seringnya pake kipas angin biar prosesnya lebih cepet. Jika sudah maka padi siap di giling dan dimasak.

Cara menanam padi
Kebut : proses menghilangkan gabang kopong menggunakan tampah. Yang di foto itu saya 
Oiya, kalau pas panen musim ketiga (kemarau), biasanya kami sering menanam kacang hijau. Waktu menanamnya yaitu pas padi akan di panen dengan cara menaburkanya di area padi. Karena kacang hijau hanya akan tumbuh jika kondisi tanah hanya kering kering basah, yaitu jika ada sedikit sedikit gerimis namun tanah tetap kering. Jika sawah sampai terendam air, maka kacang hijau tidak akan tumbuh dan berbuah dengan baik. 

Nah, itulah proses menanam padi dari mulai menimbun benih sampai panen dan jadi beras. Barangkali ada blogger yang mau belajar menanam padi, semoga artikel saya bermanfaat. Oiya, nggarap sawah itu belepotan lumpur ya, jangan takut lumpur kalau mau bertani padi, oke ?

Subscribe to receive free email updates:

13 Responses to "Cara Menanam Padi, dari Mulai Menanam Benih sampai Panen"

  1. Baru ini saya tahu ukuran ubin sebenarnya, mas. Dari dulu kalau bapak saya (asli Kebumen) bilangnya sekian ubin gitu. Tapi berapa meternya ga tau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi 1 ubin itu 2 x 2 meter Mbak, saya juga baru tau hehehe

      Hapus
  2. Jadi ingat bapak saya nih. Cara menanam dan panen padinya mirip sekali. Masih serba sederhana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, di Kebumen seperti ini, masih manual belum pake mesin

      Hapus
  3. Kita hidup di kampung selalu damai sentosa ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang, hidup di Kampung itu damai dan sentosa

      Hapus
  4. wuihhh amir, gitu dong mir, nanem padi dan nanem tulisan padi juga, supaya makin nyebar manfaat dan informasinya, asik lho kamu punya lahan sawah sendiri, aku kalo punya pinginlah ku tanam padi sendiri secara padi itu tanaman favoritku, dari dulu suka padi, paling seneng lihat padi, jangan dijual ya mir, dipertahankan, di bogor lagi perang besar sama biong (tukang jualin tanah), kalau lihat sawah kering dikit pada gatel ngedeketin petani supaya jual sawahnya.

    btw, proses menanamnya cukup sama dengan di bogor, hanya saja di bogor pakai pupuk ureanya masih yang butiran, perbanyak pupuk kandang ya supaya tanahnya tetap gembur, dan asiknya di amir panen padi sudah pakai mesin, di sini masih di gembot lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, ini nulis juga karena kalo gak salah, dulu kayaknya Mbaknya pernah request tulisan cara menanam padi, dan ide yang bagus tuh, aku tulis akhirnya, semoga bermanfaat.

      Hapus
  5. Senang ya melihat hamparan sawah yang menghijau hingga menguning. Kampung yang aman dan tentram.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, kalo pas pagi pagi sejuk sekali hawanya

      Hapus
  6. Asyiknya menikmati hidup sebagai petani, saya juga tinggal di pelosok daerah yang mayoritas keseharian penduduknya bertani...
    Memperkenalkan proses seperti ini ke masyarakat perkotaan membuat petani semakin dihargai, thanks ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti itulah petani, di balik semua yang kita makan, ada petani yang dengan gigih bekerja keras menghasilkan sumber pangan berkualitas

      Hapus
  7. Cita-cita saya juga nantinya tinggal di desa yang hamparan sawahnya luas dan hijau seperti itu, tapi tetep di daerah yang koneksi internetnya kenceng sih hahaha...

    BalasHapus