Karena Menabung - Cita Citaku Menjadi Kuli Tinta Tercapai


Sebelum mulai membaca, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan. Yaitu, menurut informasi yang saya dapatkan dari seorang pakar ternama yang saya lihat ditelevisi kemarin, bahwa yang dinamakan kuli tinta adalah julukan bagi seorang wartawan. Sedangkan menurut wiktionary, kuli tinta adalah sebutan bagi orang yang bermata pencaharian dari menulis, seperti menulis artikel, buku, novel dsb. Dan menurut saya sendiri sebagai seorang penulis blog, kuli tinta termasuk dalam profesi saya yang setiap hari menulis dan menulis di blog. Jadi bisa disimpulkan bahwa kuli tinta adalah profesi dari seorang penulis, entah itu wartawan, blogger, penulis buku dsb.

Dan sekarang saya akan mulai bercerita tentang pengalaman saya menabung.

Tahun 2013 kemarin adalah tahun yang teramat pahit bagi saya. Kenapa ? karena ditahun tersebut kehidupan saya begitu terombang ambing dikarenakan pekerjaan saya yang masih serabutan, sehingga seringkali menganggur. Karena sering menganggur, secara otomatis pemasukan pun jarang. Namun beruntunglah karena saya masih sedikit memiliki tabungan dari hasil jualan produk kerajinan saya.

Buku tabungan saya. Foto Dokpri
Karena saking pusingnya tak kunjung mendapatkan pekerjaan, akhirnya saya ikut teman saya ke Jakarta untuk bekerja sebagai kuli kasar (proyek) dengan upah pas pasan saja. Selama bekerja, saya mendapatkan pengalaman berharga jika ternyata cari uang itu amatlah sulit. Jadi jika saya akan menggunakannya untuk hal hal yang tidak terlalu penting, harus berpikir 2 kali. Lebih baik ditabung dari pada untuk hal hal yang kurang bermanfaat.


Selama saya bekerja, saya sudah sejak lama memiliki hobi menulis di blog. Kala itu artikel saya sudah hampir 200 an lebih. Waktu luang saya sering saya gunakan untuk membaca buku, browsing internet, dan belajar berbagai macam ilmu pengetahuan. Karena saya begitu sadar bahwa ilmu lah yang akan membawa saya menuju ke taraf hidup yang lebih baik.


Pertengahan 2015, saya sudah memiliki cukup tabungan. Tabungan tersebut saya gunakan untuk membeli sebuah notebook kecil agar saya bisa leluasa menekuni hobi menulis saya. Awalnya notebook tersebut enggan saya bawa ke tempat kerja karena takut rusak, secara kan kami tinggalnya bukan di kost atau kontrakan, melainkan berpindah pindah dari satu tempat kerja ke tempat kerja lainya. Namun karena niat saya begitu kuat agar cita cita lekas tercapai, akhirnya saya ngekost dan notebook pun saya bawa, sehingga saya tetap bisa menulis.

Notebook yang saya beli dari tabungaku yang mengantarkanku meraih cita cita. Foto : Dokpri
Akhir 2015, sembari saya bekerja, saya berhasil memenangkan sebuah event kepenulisan untuk pertama kalinya dan mendapat juara 3 setelah satu tahun kalah total. Ingin tau rasanya seperti apa ?pokonya senaaaaangggg banget dah xixixixi....walau hadiahnya tak seberapa.

Baca juga : sengaja mencat kamar agar bisa ikut lomba blog

Dari situ jalan saya mulai terbuka lebar. Rasa ingin lepas dari pekerjaan sebelumnya yang menguras tenaga pun begitu besar. Seiring waktu berjalan, kembali saya memenangkan perlombaan lagi dan mendapat juara 2, rasanya bahagia sekali dan semakin yakin bahwa cita citaku akan tercapai.


Namun saya sempat merasakan sedih karena uang saya dipinjam orang tak dikenal. Dan setelah saya tagih, sampai sekarang tidak dikembalikan. Walaupun jumlahnya tidak besar, namun amatlah berarti bagi saya, mengingat cara saya untuk mendapatkannya begitu sulit dan berat karena saya hanya seorang pekerja level bawah.


Dari pengalaman tersebut, saya semakin berhati hati jika berkenalan dengan orang baru, dan notebook pun tidak lagi saya bawa ke tempat kerja karena khawatir terjadi sesuatu. Dari pengalaman tersebut pula, saya menjadi semakin berhati hati dalam menggunakan uang dan lebih rajin menabung.

Walaupun notebooknya saya tinggal dikampung dan saya kerja di Jakarta, saya tetap menulis lewat warnet. Biasanya saya ke warnet dipagi hari sebelum kerja dimulai atau malam hari. Intinya saya tak mau membuang buang waktu, semua saya lakukan agar impian saya lekas tercapai.

Akhirnya dari tulisan saya yang saya kerjakan diwarnet tersebut berhasil mendapatkan juara 3. Sebagai hadiahnya, saya mendapatkan uang tunai dan pulsa. Rasanya luar biasa sekali karena baru pertama kali mendapatkan hadiah seperti ini, uang tunai men...xixixixi.. ^_^


Setelah kemenangan ini, saya sudah tidak lagi bekerja sebagai kuli proyekan karena sudah mulai berpikir untuk beralih profesi menjadi penulis. Namun di awal tahun 2016, saya kembali merasakan kegalauan yang teramat sangat. 

“Memangnya kenapa Mas ?”

Karena saya sedang mempertimbangkan apakah saya harus bekerja ataukah menjadi penulis lepas. Karena waktu itu, saya baru saja mendapatkan panggilan wawancara dari lamaran yang saya kirim via online. Dan posisi yang saya pilih pun tak jauh dari dunia tulis menulis. Hati ini pun semakin bimbang saat melihat teman teman lain pada bisa mandiri berkat menulis. Sebenarnya mana profesi yang akan saya pilih ?

Akhirnya dengan perasaan yang penuh keraguan, berangkatlah saya ke Jakarta untuk memenuhi panggilan wawancara. Di sana saya menginap dirumah teman selama 3 minggu. Namun karena pada akhirnya saya tak diterima diperusahaan tersebut, pulanglah saya ke rumah dan memutuskan bahwa menulis adalah bidang yang akan saya tekuni saat itu dan selanjutnya. Rasanya lega sekali karena bisa mengambil keputusan terbaik, horeeeeee...^_^


Dan benar saja, hingga sekarang, saya sudah bisa mandiri menghidupi diri sendiri dari menulis. Puluham lomba pernah saya menangka. Rasanya itu lho, senang dan bahagiaaa sekali karena punya pekerjaan yang jelas dan tidak terombang ambing lagi. 

Pesan yang ingin saya sampaikan dari cerita ini adalah, bahwa dengan menabung, apa yang kita cita citakan bisa lekas tercapai. Dalam kisah saya yaitu, cita cita saya menjadi penulis telah tercapai berkat notebook yang saya beli dari hasil menabung. Seandainya saya tidak menabung, mungkin saja hingga saat ini keadaan saya belum seperti sekarang ini. Nah itulah cerita saya tentang pentingnya menabung untuk masa depan, bagaimana dengan Anda ?

Cerita ini didukung oleh Bank Sumut. #ayokebanksumut #banknyaorangsumut

Subscribe to receive free email updates:

16 Responses to "Karena Menabung - Cita Citaku Menjadi Kuli Tinta Tercapai"

  1. Ternyata ada lomba ini ya, saya pikir udah expired...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah, sayapun daftarnya saat sudah expired

      Hapus
  2. perjuangannya luar biasa amir, rezekinya pun ikut mengalir luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, semoga rezeki kita semua selalu lancar ya Mbak ^^

      Hapus
  3. Sayang ya mas, gak sempat daftar padahal tulisannya keren...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas nangis seember nih hiks hiks...trimakasih sudah berkunjung

      Hapus
  4. Benar, menabung dengan tekun akan membantu terwujudnya cita-cita.

    BalasHapus
  5. Saya terharu membaca kisahnya,Mas. Semakin percaya bahwa kalau kita tidak mudah menyerah akhirnya apa yang diimpikan akan tercapai juga. Selamat terus menulis ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, intinya tetap berusaha dan jangan mudah putus asa

      Hapus
  6. wahhh mas hampir mirip sama pengalan saya di dunia tulis menulis hahahahah salam kenal mas amir

    BalasHapus
  7. Mantab semangat juangnya, terus berkarya mass

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat berkarya, trimaksih sudah berkunjung ^_^

      Hapus
  8. Hahahahah, mending kalo dipinjem orang tak dikenal. Lah aku sering banget dipinjem temen-temen deket, sampe sekarang nggak balik-balik. Maap jadi curhat :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah tega banget ya, tapi gapapa deh semoga rejeki kita selalu di limpahkan, amin

      Hapus