Akhirnya, Kamarku Berubah jadi “Istana” setelah Ku Renovasi

Saya merasa beruntung sekali karena dulu pernah bekerja sebagai kuli proyek atau kuli bangunan. Dari pengalaman kerjaku tersebut, saya jadi bisa merenovasi rumah sendiri walau hanya sekedar memplester atau mengaci tembok. Walau banyak orang menganggap pekerjaan ini adalah pekerjaan level rendah dan kasar, saya tak perduli, yang penting halal dan tidak merugikan orang lain. Dan sebenarnya pekerjaan ini membutuhkan ketrampilan tingkat tinggi dan tidak mudah untuk melakukanya. 

Bayangkan saja, untuk membuat bangunan bertingkat, jika pondasinya miring, maka bangunan bisa runtuh. Dan itu merupakan tanggung jawab berat seorang pekerja bangunan, terutama tukangnya. Pastinya, tidak ada yang mau kan menempati rumah atau bangunan dengan posisi miring ? karena akan membahayakan penghunianya terutama jika ada gempa. Maka dari itu, profesi seorang pekerja proyek atau tukang bangunan itu memiliki tanggung jawab yang besar dan berat. Jika ada yang mencibir “ah, dia cuma tukang bangunan”, mungkin dia tidak tahu seperti apa capek dan beratnya tanggung jawab seorang pekerja bangunan.


Untuk diketahui, untuk sampai bisa memplester dan mengaci tembok saja, butuh waktu 1 tahun. Sedangkan untuk memasang keramik, paling tidak butuh waktu 2 tahun. Waktu yang sangat lama, bukan ? 

Nah, sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri karena sudah bisa bekerja dirumah sebagai blogger, dan juga sebagai wujud cinta saya terhadap rumah hokie (situs jual beli dan sewa properti), maka saya sengaja merenovasi kamar saya dari yang sebelumnya kurang nyaman dilihat, menjadi “istana” yang sehari hari menemaniku didalam kamar. 

Kamarku sebelum ku renovasi. Foto : Dokpri
Pekerjaan renovasi kamarku ini saya lakukan sendiri dan selesai dalam waktu empat hari. Bagian bagian yang saya renovasi yaitu cat temboknya yang sudah usang, kemudian sekoneng (tepi tembok/bibir tembok) yang sudah rusak, dan pintu yang macet saya betulkan kembali. 

Tadinya cat tembok kamar saya berwarna putih, kemudian saya ganti dengan warna biru muda. Mengapa pilih biru muda ? karena bagi saya warna biru muda melambangkan suasana cerah atau riang. Seperti langit biru cerah di siang hari atau birunya laut yang menenangkan. 

Warna bitu muda yang menenangkan. Foto : Dokrpi
Sebelum saya cat, saya bersihkan dulu tembok dari noda noda yang membuatnya menjadi kasar menggunakan scrap dan amplas. Karena tembok yang kasar akan menjadi sulit untuk di cat. Warna cat nantinya jadi tidak merata. 

Pintu yang seret dan sekoneng yang rusak beserta tembok yang penuh bekas tempelan gambar sedang saya bersihkan. Foto : Dokrpi
Setelah bersih, saya juga menutup lubang lubang tembok bekas paku menggunakan acian semen sampai rata. Dan untuk mengecatnya, saya menggunakan cat ukuran kaleng sedang dengan berat 5 kg, namun itu pun tidak habis semua karena masih sisa.

Untuk alat mengecatnya, saya menggunakan kuas sapu. Karena jika pakai roll kuas, pemakaian cat jadi boros. Namun itu tergantung masing masing. Jika kita mengecat pakai roll kuas, waktu pengecatan menjadi lebih cepat karena roll kuas memiliki permukaan yang lebar, serta warna lebih merata.

Namun jika kita ingin berhemat, kita bisa menggunakan kuas sapu karena bisa menyesuaikan seberapa cat yang ingin kita poleskan ke tembok. Agar hasil lebih rapih, maka saya melapisi cat sebanyak dua kali agar hasilnya lebih rapat. 

Alat alat renovasi. Foto : Dokpri
Supaya lantai tidak kotor terkena percikan cat yang jatuh, maka saya pun sudah mendasarinya dengan papan kayu, sehingga membersihkanya pun lebih mudah. 

Dalam proses mengecatnya, saya lakukan dengan hati hati agar hasilnya rapih dan bagus. Apalagi “istana” tercintaku ini saya gunakan sehari hari untuk bekerja, sehingga kenyaman merupakan hal penting agar bekerja semakin tenang. 

Saya sedang mengecat. Foto : Dokpri
Untuk pintu kamar yang macet, saya bongkar sebelah gawangnya sampai pintu bisa menutup sempurna. Kemudian tembok yang rusak karena gawangnya dibongkar, saya betulkan kembali. Setelah pintu selesai diperbaiki, kemudian saya pun mengecatnya kembali sampai benar benar rapih. 

Saya sedang memperbaiki pintu. Foto : Dokpri
Agar suasana kamar semakin indah, sayapun membetulkan meja kerja yang kebetulan sudah rusak karena pakunya banyak yang lepas. Kemudian meja tersebut saya cuci agar bersih dari sarang laba laba yang mengganggu. 

Selain pintu, ranjang tempat tidur saya pun rusak dan saya betulkan kembali. Setelah itu saya bersihkan sampai benar benar rapih dan bersih. Untuk alas tempat tidurnya, saya menggunakan tikar kain satu warna, sehingga jadi kelihatan rapih dan bersih.

Sampai disini, kamar saya sekarang sudah benar benar rapih dan bersih. Buku buku yang tadinya berantakan, saya taruh didalam lemari kecil. Walaupun lemari saya tidak bagus, yang penting tertata rapih sehingga tidak merusak pemandangan. Dan akhirnya, kini kamar saya yang tadinya kurang nyaman, sekarang berubah menjadi lebih nyaman setelah saya renovasi. 

Kamarku setelah  ku renovasi sendiri. Pintu sudah longgar dan sekoneng sudah rapih. Foto : Dokpri
Kamarku setelah kurenovasi berubah jadi seperti "Istana". Foto : Dokpri
Dan beruntunglah karena saya bisa melakukanya sendiri. Karena jika bayar tukang, paling tidak saya harus mengeluarkan dana sekitar 200 ribu lebih, belum rokok, cemilan, serta biaya untuk beli cat dan segala kelengkapanya yang mencapai ratusan ribu sendiri. Dan pengalaman memang mengajarkan banyak hal.

Oiya, artikel ini saya buat juga karena terisnpirasi dari artikel rumah hokie tentang tips mempercantik rumah hunian, artikelnya bisa dibaca di link ini rumahhokie.com/?p=20941.

Kesimpulanya, untuk membuat rumah bak istana, renovasi bisa jadi salah satu caranya, terlebih jika bisa melakukanya sendiri, karena akan lebih hemat biaya, iya nggak ? 

Subscribe to receive free email updates:

54 Responses to "Akhirnya, Kamarku Berubah jadi “Istana” setelah Ku Renovasi"

  1. Hebat mas bisa benerin sendiri.. Aku tiap renovasi mau ga mau hrs panggil tukang :D.. Tp ya gimana lagi, drpd makin ancur kalo aku yg benerin semua :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi cuma dikit saja, paling mlester, ngaci sama ngecat saja, yang lainya saya gak bisa :D

      Hapus
  2. Waah sekarang jadi lebih nyaman beraktifitas di kamar termasuk kerja ya mas. Moga makin produktif. Aku juga nih ngecat sendiri kamar anak2. Dua hari selesai krn ga bgitu luas, dan cuma ngecat tembok aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, sekarang jadi lebih nyaman, warnanya biru cerah secerah mentari dipagi hari :D

      Hapus
  3. Mau juga dong direnov kamarku. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...btw trimakasih sudah berkunjung:d

      Hapus
  4. Waah...jadi leih bagus dan terkesan bersih mas. Inspirasi buat nulis pasti mengalir nih kalo suasana kamarnya mendukung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, setelah ini masih akan saya perbagusi lagi biar lebihnyaman. Rencana mau saya plafon dan sama beli kasur busa yang sedang biar terlihat luas

      Hapus
  5. Wah... Inspiratif banget maz..
    Semoga apa yang di inginkan bisa cepat terkabul..
    Amiinnn...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terimakasih Mbak sudah berkunjung :D

      Hapus
  6. Waduh irit banget itu mah, bisa nukang sendiri. Walah...saya harus cari tukang deh. Apalagi kalo benerin genteng...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak kebetulan saja, karena dulu saya pernah kerja kuli

      Hapus
  7. wah jadi terinspirasi buat beres2 dan renov lagi nih, beberapa bagian di rumah masih perlu dibenerin juga soalnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mbak beres beres, biar lebih rapih

      Hapus
  8. weh jadi lebih fresh kamarnya mas amir..biru-biru :)
    otak bakal seger dan dapet ide terus buat ngeblog nih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, fresh pokonya. Tadinya sih pengin ada gambar pantainya, tapi gak bisa huhuhu

      Hapus
  9. mantabss.. semoga awet mas

    BalasHapus
  10. Selamat menempati kamar baru :)

    BalasHapus
  11. Jadi pengen ngecat rumah juga, supaya kembali nyaman dan baru. Itu setelah di cat, kamarnya jadi cerah banget ya mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, sengaja saya pakai warna biru cerah biar kelihatan cerah banget

      Hapus
  12. ...terlihat sekali perbedaan antara sebelum & sesudah direnovasi hehehe, salam kenal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih, sudah berkunjung :D

      Hapus
    2. Salam kenal kembali :D

      Hapus
  13. Waahh boleh lah warna biru emang bikin tenang, tapi aku bingung mas. Mau dekor dinding kamar full aksen Barca tapi takut bikin pusing karena ornamen dan paduan warna terkesan rame ,tapi mau banget tapi yaa takut bikin malah gak rileks, hehe ada sarankah mas? Trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu warna yang paling disukai saja Mbak, kalau saya suka sekali dengan warna biru. Sebenrnya sih pengen ada gambar pantainya biar kesanya damai kayak dipantai ^_^ tapi gak bisa gambarnya, yaudah satu warna polos saja

      Hapus
  14. Aku paling klo ngecet sendiri jadi berantakan, jadi masih minta tolong ortu atau pak suami, amir suka biru juga ternyata ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya ngecat sendiri Mbak karena saya bisa walau cuma bisa bisaan. Dan betul saya suka dengan warna biru ^_^

      Hapus
  15. Boleh juga tuh temboknya diberi wallpaper biar lebih indah. Misalnya wallpaper burung-burung jadi senada dengan temboknya yang warna biru langit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengennya sih, tapi gak bisa hihihii...^^

      Hapus
  16. Sama mas, ane juga ngecat kamar sendiri, apalagi ane ada kos-kosan, jadi ya buat menghemat pengeluaran diusahakan ngecat sendiri, meski emang ala kadarnya, yang penting nempel lah catanya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sip deh bisa melakukanya sendri, jadi lebih hemat

      Hapus
  17. Biruuu selalu menenangkaan emang mass. Biar bsa tdur lebih nyenyaak wlwkwk. .good luck mas yaaa. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, biru emang selalu menenangkan, saya jadi tidur lebih nyenyak. Btw trimakasih kunjunganya :D

      Hapus
  18. Saya juga suka warna biru telur asin mas, lebih adem dilihat.

    Enak ya kalo ngerti bangunan gini, kalo ada kerusakan dikit, bisa benerin sendiri, udah gitu bisa benerin rumah orang juga ya, dapat proyekkan, hehehe...

    Gimana kabarnya Rumah Hokie ini mas?

    BTW, itu siapa yang motoin mas, kalo lagi ngecet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedikit sedikit bisa Mas, lumayan sih. Tapi gak mungkin dapet proyekan, la wong kemampuan saya terbatas banget ^_^. Btw kabar rumah hokie sudah normal kembali, bisa di cek lagi di webnya. Yang motoin saya sendiri Mas di timer

      Hapus
  19. wow... salut sama ulet mu mas Amir..

    kamarnya jadi tampak nyaman lagi.. pilihan warnanya juga pas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih Koh Deddy sudah berkunjung. Iya sekarang kamarku jadi nyaman lagi ^_^

      Hapus
  20. Wah Perjuangan banget ya mas ya... Keren banget deh nih renovasinya... mantab...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah apa iya sih Mas ? ^_^ trimakasih ^_^ trimakasih sudah berkunjung ^_^

      Hapus
  21. Wih kamarnya di makeover sendiri. Keren. Selain hemat juga bisa merealisasikan konsep yang diinginkan, ya. Saya mah nyuruh tukang aja sambil nunggu duitnya ada dulu hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya suka warna biru muda jadi saya pakai warna itu, dan gak usah nyari tukang karena saya bisa sendiri walau hanya tukang tukangan ^_^

      Hapus
  22. Keren tulisannya rapi dan detail, malah inspiratif banget Mas Amir ini. Semoga setelah ini jadi semakin semangat menulisnya ya, Mas, dan banyak menang lomba juga. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah masa iya sih. Tulisan saya biasa saja. Semoga kita semua sama sama beruntung, trimakasih sudah berkunjung :D

      Hapus
  23. Justru pekerjaan plester acian yang paling keren. Apa lagi skonengan. Jarang tukang yang mahir yang bisapun jarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayapun hanya bisa bisaan saja hihihihi..

      Hapus
  24. Mantap nih artikelnya, sangat bermanfaat.....

    BalasHapus
  25. Warna birunya cerah sekali, Subhanallah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanalloh Mbak, menenangkan ^^

      Hapus