Dosa Seorang Blogger

Hai kawan, pernahkah kalian merasa berdosa dengan tulisan tulisan yang sudah kalian buat ? secara seringkali ada seorang blogger yang nulis dan lupakan, tanpa mengoreksi lebih detail seperti apa tulisan tersebut. Apakah tulisan tersebut bersifat menggurui namun kita tidak melakukanya. Ibaratnya hanya berani berucap tanpa melakukanya. Kalau dalam bahasa Jawa ada istilah JARKONI, gelem ngujar tapi ora gelem ngelakoni. 

Sebelum menulis terutama untuk artikel lomba, biasanya saya pikir pikir dulu, apakah artikel yang saya buat memang hanya bersifat mengajarkan tanpa saya melakukanya, ataukah sudah melakukanya ? Kalau emang informasinya bener sih gak apa apa. Bagaimana jika informasinya kurang bener,kurang sesuai atau bahkan salah. Kan kasian orang lain. Kalau untuk sekedar isi isi blog, sebaiknya di pikir kembali. Terlebih jika itu informasi tentang obat obatan, kan bahaya dan sangat beresiko. 

Pernah saya mendapati artikel blog dalam suatu lomba, dan kebetulan artikel tersebut di menangkan. Jadi kejadian yang di tulis di artikel tersebut seperti di buat buat demi bisa sebuah hadiah. Tapi entah emang di buat buat atau tidak, tapi emang terlihat seperti di buat buat. Dan saya pernah menjumpai beberapa kali. Biasanya untuk artikel seperti ini, jarang di sertai bukti nyata seperti di bubuhkanya sebuah gambar sebagai bukti otentik. 

Kalau emang menang sih gak apa apa karena dapet hadiah, kalau kalah bagaimana ? dari sini juga kelihatan bahwa setelah sang blogger selesai menulis artikel, mungkin akan membiarkanya saja dan abadi di dunia maya. Karena informasi yang seperti ini, yang mungkin kurang benar, orang yang mempelajarinya juga jadi mengikutinya. Nah, itulah dosa seorang blogger. 

Kehati hatian dalam menulis itu perlu dan penting sekali. Karena sebagai blogger yang terus nulis, semakin lama kita akan membuat banyak tulisan, dan tulisan tulisan kita yang dahulu tenggelam jauh sampai kedasar laut. 

Dan seringkali saat kita mendapati tulisan kita ada salah atau kurang benar, kita jadi agak malas untuk memperbaikinya, secara kan rumit karena letaknya entah dimana, apalagi kalau pusing. Maka dari itu, ketelitian dalam menulis itu penting sekali untuk menghidari dosa seorang blogger, dan itu harus di mulai dari sekarang. 

Bagi mereka yang sudah ngeblog sudah lama dan mungkin sudah menembus ribuan artikel, sepertinya akan sangat malas untuk mengkoreksi tulisan nomo 47 atau 98 126 untuk memperbaiki kesalahan yang mungkin di buat. Apalagi jika itu tulisan panjang. 

Kadang memperbaikin broken link saja malas, apalagi memperbaiki susunan kalimat yang njrememet gak karu karuan. Nah, maka dari itu, ayo kita menulis dengan hati hati agar informasi yang kita sebarkan benar benar bermanfaat buat orang lain. Agar kita tidak berdosa dengan tulisan kita. 

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Dosa Seorang Blogger"

  1. Untungnya apa yang saya tulis sekarang berdasarkan pengalaman pribadi mas, hahah... jadi kalau nulis tuh saya sampikan kalau saya nih begini..."bla..bla.." melakukan hal ini dan seterusnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah itu bagus Mas, jadi bener bener asli pengalaman kita dan beneran terjadi :)

      Hapus