Salaman Mubeng - Momen Terindah Saat Lebaran

Tradisi salaman mubeng di dusun saya. Di Kota Kebumen

Lebaran sudah berlalu, tapi masih teringat jelas di benak saya akan indahnya moment Idul Fitri kemarin. Saat ramadhan, saya dan semua umat muslim di dunia berjuang melawan hawa nafsu beserta rasa lapar dan dahaga. Sementara di hari raya Idul Fitrinya, adalah hari kemenangan karena dari jabat tangan permintaan maaf kepada sesama muslim, itu berarti kita kembali suci karena dosa dosa kita telah di ampuni. Alhamdulillah. 

Namun pastinya keindahan ramadhan atau hari raya Idul Fitri berbeda beda di setiap daerah. Jika di Lombok ada perang topat atau saling lempar ketupat, maka di daerah saya Kebumen Jawa Tengah, tepatnya di dusun saya, ada tradisi yang saya menyebutnya salaman mubeng atau bersalaman secara muter kepada sang pemilik rumah selaku pemilik rumah yang di mintai maaf. 

Di tempat saya, prosesi permintaan maaf seseorang ke orang lainya di hari lebaran, di lakukan dengan cara sungkem layaknya orang sedang meminta restu pada acara pernikahan dan menggunakan doa dalam bahasa jawa. Prosesi ini memakan waktu sekitar 1-2 menit. 

Tradisi salaman mubeng hanya di lakukan oleh anak anak muda atau teman teman saya. Karena jumlah kami sangat banyak mencapai 70 an orang, maka prosesi ini di wakilkan oleh ketua pemuda agar lebih hemat waktu. Kemudian setelah ketua pemuda selesai matur (memimpin prosesi) kepada sang pemilik rumah, anggota lainya bersalaman secara berurutan dengan mengucapkan kalimat sholawatan seperti ini “Allohumma soolingalaa Muhammad, yaa robbi soo lingalaa hiwa sallim” sampai semua selesai berjabat tangan. 

Pemuda pemudi desaku. Dokpri
Karena banyak teman teman kami yang usia remaja, mereka masih labil, mereka masih suka bercanda canda, bahkan sambil bersalaman pun mereka sambil membuka toples dan makan wkwkwkw. Namun inilah yang menjadi beda, karena personilnya hanya anak anak remaja, sehingga acara jadi semakin ramai. Pokonya moment tersebut di penuhi dengan kegembiraan.

Karena tradisi unik ini baru lahir beberapa tahun lalu, rasanya pun jadi sangat berkesan. Karena kekompakan dan keunikan tradisi ini, banyak orang orang pun terkesan. Inspirasi yang di dapatkan dari tradisi ini adalah rasa kebersamaan para pemudanya yang bisa di tularkan ke orang lain. 

Selain itu, kita semua pun baik laki laki maupun perempuan menggunakan kemeja seragam berwarna hitam, sehingga rasa kompak pun lebih terasa. Kami berkeliling berkunjung dari satu rumah ke rumah lainya. Dari satu RT ke RT lainya. Acara ini di mulai setelah sholat ied dari jam10 pagi sampai sore. Tapi saya jarang sampai sore karena sampai jam 2 saja sudah kecapekan hehehe. 

Untuk di ketahui, pemuda pemuda di tempat kami semangat sekali melakukan ini. Motivasinya adalah karena rasa solidaritas, persahabatan, dan persatuan, bukan hanya sesama pemuda, tapi kepada masyarakat juga. 

Karena ingin selalu bersatu bersama masyarakat, kami juga punya slogan atau tagline BBM, singkatan dari Bersatu Bersama Masyarakat yang intinya adalah bahwa kami bagian dari masyarakat, ada untuk masyarakat, saling membantu dan menolong tanpa mengharap imbalan karena semata mata untuk ibadah. Saat ada acara kemasyarakatan seperti kerja bakti ataupun musibah seperti kematian, kami para pemuda pun aktif membantu. 

Bukan hanya itu lho, karena setelah itu, juga ada acara silaturahmi ke rumah rumah Pak Kyai yang ada di desa Kami. Tujuanya yaitu agar bisa selalu dapat berkah dan doa dari Pa Kyai, sehingga kehidupan kami menjadi lebih tentram dan hati selalu tenang.  

Berbicara soal lebaran, sangat erat kaitanya dengan ketupat lebaran. Kalo di tempat saya namanya kupat. Saat menjelang lebaran, mendadak banyak pedagang ketupat yang berjualan di pasar. Dan laris banget. Mereka membuat ketupat sendiri hasil memetik dari pohon kelapa milik sendiri karena umumnya warga kami memiliki tanah pekarangan yang banyak di tumbuhi pohon kelapa. 

Nah, tapi sekarang mencari ketupat tak perlu capek capek ke pasar, karena ada k-tupat praktis yang bisa di beli secara online di http://www.k-net.co.id . Cara memasaknya pun gampang, karena hanya 1 jam untuk merebusnya. Selain itu juga higienis, pulen, pelapis ketupatnya aman, praktis, dan lain sebagainya. 



Nah, itulah moment ramadhan yang tak pernah ku lupakan di hari lebaran. Semoga bisa langgeng karena ini hal baik dan positif. 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Salaman Mubeng - Momen Terindah Saat Lebaran"

  1. Sungguh luar biasa itu pemudanya. Bersemangat dalam menjalin silaturahmi.

    BalasHapus