Membayangkan Hidup Bahagia dengan Menikah dan Punya Rumah sebelum 40 Tahun


Di tahun 2018 ini, Kakak kedua saya sedang persiapan untuk membangun rumah. Jika tidak ada halangan, Oktober nanti sudah akan dipasang bata. Dan jika rumah sudah berdiri, adalah giliran saya untuk menjalani kehidupan yang lebih serius, yaitu karena saya sedang merencanakan pernikahan di akhir 2018 ini. Atau minimal tahun ini saya sudah tunangan.  


Setelah menikah nanti, saya juga berencana membangun sebuah rumah agar kami bisa punya rumah dan keluarga saya bisa lega melihat saya sudah mandiri dengan menjadi "orang" yang sebenarnya. 


Untuk lokasi tanah yang akan di bangun rumah nanti, kebetulan orang tua saya memilliki sepetak tanah kecil yang lokasinya strategis di pinggir jalan dan berjejeran dengan rumah Kakak tertua saya. Jadi selain punya saudara dekat, lokasi rumah yang strategis juga membuat akses transportasinya jadi lebih mudah.

Selain itu dengan lokasi rumah yang strategis didaerah lempahan (daerah rata), mendapatkan sinyal juga jadi lebih mudah, ini penting karena saya bekerja menggunakan akses internet. Atau bisa juga saya manfaatkan sebagai tempat usaha, misal buka warung atau jualan pulsa, secara karena lokasinya dekat jalan utama. 


Saat ini, saya pun mulai menabung. Nanti setelah saya menikah, saya sudah harus menyiapkan material bahan bangunan, seperti pasir, batu bata, genteng, besi, dan lain sebagainya. Selain menabung, saya juga investasi emas karena nilainya mengikuti nilai tukar rupiah. Oiya, untuk perhiasan sebagai mahar nanti juga sudah mulai saya kumpulkan. Cincin tunanganya pun sudah. Jika sudah saatnya, emas selain yang untuk nikah akan saya jual untuk menambah biaya membangun rumah. Untuk kayu kayunya, kebetulan orang tua saya juga punya, usianya sudah ratusan tahun dan rencananya akan ditebang untuk membuat kusen kusen nanti. 


Untuk pembagian ruang rumahnya, saya ingin 3 kamar tidur, 1 kamar sholat, dan tempat wudhunya. Jadi semisal ada tamu yang menginap, masih ada kamar sisa untuk istirahat dan juga tempat sholatnya. Sedangkan gaya rumahnya, saya mencontoh milik tetangga saya pada gambar dibawah ini :



Nantinya, ruang khusus tamu berada didepan, dan ruang santai berada ditengah. Jika nanti saya sudah punya anak, saya bisa bermain dan bercanda tawa dengan anak anak saya diruang santai tersebut. Oh indahnya membayangkan hal itu akan segera tiba. 


Untuk halaman depannya, rencana akan saya buat taman beserta gazebo agar rumah makin betah di tinggali. Jadi semisal ada tamu, bisa ngobrol ngobrol santai di gazebo sambil menikmati indahnya taman rumah. Karena saya suka penat bekerja di dalam kamar, nantinya saya juga bisa bekerja di gazebo ini.


Dan hari itu akan segera tiba karena saya sudah punya tekad dan niat kuat untuk merealisasikanya. Namun sebagai manusia saya juga sadar bahwa saya hanya bisa berusaha, dan Tuhan lah yang menentukan hasilnya.

Maka dari itu, saya menginginkan Asuransi Jiwa agar impianku berjalan lancar. Misalnya seperti Unit Link dari Commonwealth karena dapat memberikan Manfaat Asuransi dan juga Investasi Terbaik sekaligus. Jadi dengan produk unit link, nantinya keluarga saya bukan hanya terlindungi, tapi juga mendapatkan manfaat investasi dari premi yang saya bayarkan setiap bulanya.


Subscribe to receive free email updates:

30 Responses to "Membayangkan Hidup Bahagia dengan Menikah dan Punya Rumah sebelum 40 Tahun"

  1. wah sudah siap boyong istri ini mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, Doakan ya Koh, moga lancar. Moga Koh Deddy di segerakan juga jodohnya :)

      Hapus
  2. Hayooo, itu rumah kang Amir kali, bukan tetangga, hehehe... BTW enak udah ada tanah, tinggal membangunnya aja ya mas, butuh biaya yang gak sedikit. BTW suka istri rambut ikal ya, hihihi, itu gambar kartunnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu rumah tetangga Mas, rumah temen tepatnya. Ikal itu cuma kbtulan bikin ikal Mas hehehe

      Hapus
  3. Semoga impiannya terwujud ya mas, cie...cie, bakal melepas masa lajang nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Cik Gu, kata Bang Haji Rhoma Irama, hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga hehe

      Hapus
  4. Kalo punya anak dan rumah serasa kebahagian itu udah lengkap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, doakan ya semua lancar, amin

      Hapus
  5. Impian semua orang ya Amir, nggak macam-macam semoga tercapai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, habis itu baru bermimpi untuk yang lainya :)

      Hapus
  6. Wah ilustrasinya bagus. Semoga lekas rumahnya jadi ya

    BalasHapus
  7. akhirnyaaaa tayang juga, dr td tak tungguin kang hahaha smg terealisasi yah kang impiannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih hehehe, terimakasih, sama sama :)

      Hapus
  8. Wah asyikkkk yang ntar lagi mau nikah. Semoga disegerakan dan dimudahkan ya dan apa yang dicita-citakan nanti terwujud. Yang terpenting rumusnya usaha dan doa ya 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, doakan ya, semoga semuanya lancar, amin

      Hapus
  9. Semoga impian berumah tangga segera tercapai

    BalasHapus
  10. Hebat neh, semua sudah direncanakan dg sempurna. Calon istrinya pasti seneng banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terimakasih Mbak Muns Fadh

      Hapus
  11. Ditunggu undangan nikahnya mas... kalau bisa LIVE streaming biar kita yang jauh bisa ikutan lihat haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ide yang bagus tuh heheh. Terimaksih sudha berkunjung :)

      Hapus
  12. Lokasi sekitar rumah sama kaya rumahku mas hehe. Ndesoan.

    BalasHapus
  13. saya doa kan mas... semoga cepat terkabul... aamiin..

    BalasHapus
  14. semoga tercapai rencana2nya, eh btw dirimu invest logam mulia, emas perhiasan atau tabungan emas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emas benda Mas, bukan tabungan. Belum pernah nabung emas sih

      Hapus
  15. Pasti terwujud mas dengan kerja keras dan doa. Semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih doanya Mbak, semangat pokonya

      Hapus