Menghadapai Haters Stress Karena Iri dengan Pencapaian Kita


http://mitrafm.com

Hai teman, kalian pernah gak ngerasa risih karena tiba tiba ada yang sirik dengan kita, dengan alasan karena orang tersebut iri dengan pencapaian kita ?

Apa ?

Pernah ?

Berarti sama dong. Aneh banget tuh orang, ngapain juga kali iri. Padahal dengan dia iri, dia itu sedang menunjukan kelemahan dan ketidakmampuannya ke kita karena tidak bisa melakukan seperti apa yang kita lakukan. Waduh, apa gak malu tuh ? 

Ngapain juga iri. Dengan bersikap iri, dia itu sebenernya hatinya sedang bergejolak gak karuan dan bahkan sampai stress. Ia nggak ? Ada pepatah mengatakan “semakin tinggi pohon maka semakin banyak angin yang menerjang”  yang artinya, semakin tinggi level seseorang, maka semakin banyak cobaan dan terpaan yang datang. Namun sebagai manusia, hendaknya bisa meniru ilmu padi, semakin tua semakin nunduk. Jangan malah semakin sombong, nanti malah di jauhi orang. 

Jadi, dulu saya pernah ngerasa kok sepertinya ada yang tidak suka dengan apa yang saya lakukan. Orang itu bersikap seperti mengenyek atau menyelepekan atau istilah apalah sejenisnya. Memangnya, dia atau orang itu tuh, punya kontribusi apa ke kita ? Atau punya andil apa ke kita ? sehingga dengan bantuan dia, kita bisa seperti ini ? Sehingga saat impian kita mulai tercapai, dia atau orang itu seperti ingin meminta hak ke kita, kan aneh. Kayaknya kalau pas dia lagi  stress gitu, dikasih mercon langsung di tabuh di tengah keramaian, duarrr……wkwkwk.

Apalagi nih ya saat orang itu bareng temen temenya, dia malah seperti semakin berani berhaters ke kita. Dasar pecundang. Dan yang paling aneh nih ya, saya pernah menjadi korban haters yang pelakunya cukup berpendidikan dan cukup bergelimang harta karena emang dia punya segalanya, wkwkwk. Ternyata orang berkecukupan dan berpendidikan pun bisa jadi haters ya ? Sayang tidak ada lembaga yang bisa memberikan sertifikasi kepada haters yang mengesahkan bahwa ia sudah sah menjadi haters. Lalu bisa dipake buat ngelamar kerja sebagai haters,wkwkwk.

Jadi, haters tersebut mengatakan langsung ke saya “hei, ngapain kamu nulis nulis lomba gitu, memangnya kamu menang terus apa ? 

*Bisik bisik. Hey, FYI (saya sudah menang lomba 30 lebih dari kali cuy). Maap bukan lagi sombong.

Dia juga berkata “kamu pasti setiap hari mikir ya, pasti kamu makan pun gak enak ?”

Trus rasanya gimana dikatain gitu ? ya sudah pasti kesel banget dong. 

Hey haters, asal kamu tau ya, itu pekerjaan saya, dan kemampuan saya hanya itu, kenapa kamu melarang larang, memangnya kamu mau menanggung biaya hidup saya. Dan asal kamu tau juga, saya bisa hidup dari pekerjaan saya. Dan akan saya buktikan kalau saya bisa lebih unggul dari kamu. Liat saja nanti. 

Hey haters, saya ini kerja di industry kreatif. Menulis itu butuh inspirasi, jadi kudu banyak mikir biat dapat ide baru. Saya ini bisa seperti ini karena buah pikiran saya. 

Dan ternyata setelah saya tahu, dia itu orang yang cukup pemalas. Dan selain dia iri ke saya, saya juga iri ke dia. Lho ? Iya, karena dia yang orang kaya, kuliahnya gak selesai man, dasar pemalas. Di luar sana masih banyak sekali orang orang yang punya semangat tinggi untuk sekolah tapi terbentur biaya. Lah, kamu, sudah punya segalanya, malah malas gitu, jadi haters pula. 


Hey haters, saya ini sudah berjuang mati matian demi bisa mencapai cita cita. Waktu, tenaga, pikiran, duit, semua muanya sudah saya korbankan. Bahkan saya pernah mendorong motor di tengah hujan badai jam 12 malam demi bisa mengakses internet mencari informasi, mencari ilmu man. Parahnya lagi, saat itu sedang mati lampu. Capek karena habis pulang kerja, dingin, lapar, basah kuyup karena gak bawa jas hujan, takut ada hantu, dan kamu bisa seenaknya mau minta jatah. Memangnya waktu itu kamu tahu saya sedang seperti itu. Kalaupun tahu, pasti kamu cuma bisa nyurakin ”kapok lu”. 

Kemudian cara saya menghadapi haters haters adalah dengan semangat berkarya. Balas mereka dengan karya, agar mereka tahu bahwa ternyata orang yang pernah ia  haters-i, semakin kedepan semakin menunjukan arah peningkatan. Agar ia bisa datang sambil membawa baskom ke hadapan kita dan menutupaknya ke mukanya sendiri lalu berucap “saya malu telah sirik ke kamu, sekarang level kamu beda dengan saya” wkwkwkw. 

Jadi, setiap hari saya usahakan untuk mendapatkan ilmu baru dengan membaca dan belajar. Karena saya senang menulis, maka sayapun selalu membaca menulis agar pengetahuan semakin luas. Dan pastinya saya takan pernah berhenti untuk berpikir kreatif agar bisa menjadi lebih unggul dari orang lain. Dan pastinya juga saya takan pernah meninggalkan ilmu padi, yang semakin tua semakin merunduk. 

Untuk kalian yang pernah menjadi korban haters atau mungkin pernah di buly, balas mereka dengan karya, dan jadikan tindakan negative mereka sebuah pompa semangat untuk mendapatkan kualitas hidup yang semakin meningkat. Atau jika kalian memang cukup berani, kalian juga bisa menuangkannya dalam kaos di punggung yang bertuliskan.

“orang yang selama ini kau hina hina sekarang levelnya lebih tinggi dari kamu”

Atau “Akan kubalas kau haters dengan karya”

End

Subscribe to receive free email updates:

10 Responses to "Menghadapai Haters Stress Karena Iri dengan Pencapaian Kita"

  1. akupun sekarang baru dalam kondisi seperti itu... balas dendam dengan karya ajah... heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, itu betul sekali, buat membuktikan kalau kita lebih unggul

      Hapus
  2. Joss. Hater jadi penyemangat kita untuk menjadi lebih baik lagi....

    BalasHapus
  3. orang iri mah abaikan saja..
    anjing menggonggong, kafilah berlalu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, biarkan mereka jadi penyemangat kita untuk terus maju

      Hapus
  4. Hahahaga, aku termasuk yg ga peduli ama haters begini.. Sorry, ga ada waktu utk ngurusin orang iri dengki :D. Waktu yg kita pubya terbatas.. Emg kyk haters yg wktnya dipake utk nyari2 aib orang :p. Jd prinsipku, haters menggongong, kita mah ttp happy jalan trus :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, balas mereka dengan karya :D

      Hapus
  5. iya benar, kalo menunjukkan keberhasilan kita, haters dadah baybay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biarkan mereka stress sendiri melihat apa yang kita lakukan hehe

      Hapus