Pengalaman Menggunakan Wacom Pen Tablet

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah wacom pen tablet dari sebuah perlombaan menulis yang di adakah oleh shopback, dan untuk hadiahnya para peserta boleh memilih sesuai keinginan, dengan ketentuan hadiah tersebut paling mahal seharga 1 juta. Teman teman yang lain ada yang mengambil hardisk, blender, gitar dan lain sebagainya. Nah, karena saya sedang hobi menggambar, saya pilih pen tablet.

Baca juga : sengaja mencat kamar agar bisa ikut lomba blog

Biasanya saya menggambar dengan tangan diatas kertas menggunakan pensil dan pulpen, namun berkat perkembangan tekhnologi, kini sudah ada alat yang lebih canggih untuk menggambar, yaitu wacom pen tablet ini. Type pen tablet yang saya gunakan ini yaitu One By Wacom Bamboo Splash Pen Small Tablet CTL471.

Sumber foto : lazada
Jika sebelumnya saya harus menggambar diatas kertas kemudian di foto, lalu di bluetooth ke laptop, baru kemudian di edit di editor gambar (saya pake photoshop), nah, dengan wacom ini, tinggal hubungan wacom ke laptop, kemudian mulai menggambar di kanvas photoshop atau paint. Dalam paket pen tablet ini, ada cd driver yang harus di install, instal dulu baru kemudian bisa di pakai.

Isi dus box One by Wacom. Foto :  Dokpri


Lalu ada pulpen yang juga berfungsi sebagai mouse. Pulpen ini sensitif sekali, bisa untuk mengklik klik tools yang ada. Tapi fungsi ini hanya berlaku di area kerja gambar (photoshop, paint, atau editor gambar lainya). Dan setelah saya gunakan untuk menggambar, pertama emang harus belajar dulu biar tangan lihai. Pada body pulpenya, juga terdapat tombol (saklar) yang juga berfungsi sebagai klik kanan, karena memang mirip seperti mouse.

Lagi ngegambar. Foto  : Dokpri
Oiya, untuk menggambar di photoshop gunakan tombol brush (tekan huruf B di keyboard), misal untuk menghapus gunakan tombol E (eraser), namun kalau saya lebih enakan pakai mouse untuk menghapus. Tapi kalau menggambarnya di paint, cara menghapusnya bisa dengan tekan dan tahan pulpen ke layar table sampai muncul icon fokus.

Hasil gambar. Foto : Dokpri
Kemaren saya sempat baca artikel tentang wacom, untuk pen tablet yang lebih mahal, kalau tidak salah layarnya bisa menyala, sehingga menggambarnya bisa sambil ngeliatin tabletnya. Hasilnya sudah pasti lebih bagus. Menghapusnya pun bisa dengan ujung pulpenya saja.

Nah kalau pake pen tablet ini nge-gambarnya sambil ngeliatin monitor laptop, tapi tangan kita tetap berjalan di atas tablet dan jangan sampai melewati batas layar tablet, karena pastinya pulpen tidak berfungsi jika sampai menapak bukan pada tempatnya. Harus telaten pokonya biar gambarnya bagus. 

Dan yang paling penting adalah dengan menggambar di pen tablet ini, waktu yang di butuhkan untuk menghasilkan gambar jadi lebih cepat, cepat sekali pokonya, karena proses penghapusan seleksi dan pewarnaan jadi lebih cepat. Saya juga gak perlu ngeluarin biaya untuk beli kertas, pulpen, setip, gak perlu nge-fotoin juga kirim lewat bluetooth dan lain sebagainya. Ah pokonya cepet banget dah, apalagi kalau pakai pen tablet yang lebih mahal, pasti lebih cepet lagi.

Untuk pen tablet ini harganya 970rb di lazada, namun yang lebih murah juga ada, sekitar 800 ribuan. Dan yang lebih mahal sampai 10 juta lebih.

Nah, itulah review singkat saya tentang wacom pen tablet ini, semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

10 Responses to "Pengalaman Menggunakan Wacom Pen Tablet"

  1. Wah keren, mas Amir udah punya Wacom sendiri. Makin moncer nanti lomba-lomba blognya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, ini dapet juga dari lomba ^_^

      Hapus
  2. Instalasi di Windows berapa? Aku pakai Wacom di Windows 7 drivernya nggak ke-detect.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pakai windows 10 Mas, kalau windows 7 saya kurang paham ^_^

      Hapus
  3. makin cetar mas :)
    kalau temen-temen saya biasanya pakai program paint tool sai mas buat bikin ilustrasi. katanya lebih mudah dan bisa bikin gambar lebih sip

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah gitu ya, sip deh rekomendasinya, jadi tau saya ^_^

      Hapus
  4. untuk tipe ini kesulitannya mungkin terpaku di monitor ya, dengan hasilnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, layarnya gak nyala, kalau yang lebih mahal mungkin bisa nyala

      Hapus
  5. Seru juga kayanya punya gituan, tp tetep butuh keterampilan dan jiwa seni utk bisa gambar :-)

    BalasHapus
  6. wah wah saya jadi pengen banget punya ini dari kemaren tapi masih ragu..wkwkw

    BalasHapus