Pengalamanku Memanfaatkan Start Up Bisnis Digital Karya Anak Negri

Beberapa waktu yang lalu, saya pergi ke Jakarta untuk mengantarkan barang pesanan yang dibeli oleh seorang guru SD secara online. Barang yang berupa kerangka layangan tersebut, nantinya akan digunakan untuk praktek kerajinan tangan pada ulangan semester murid muridnya. Saya sengaja mengantarkanya secara langsung karena keesokan harinya akan digunakan untuk praktik. Karena jika lewat jasa pengiriman, sampainya akan memakan waktu lebih lama, dan itu berarti praktik kerajinan tangan bisa gagal dilaksanakan.

Dari kota saya Kebumen ke Jakarta naik bus, di Jakarta saya menginap di tempat teman saya. Alamat kirim dengan lokasi yang saya belum tau tepatnya dimana, tidaklah membuat saya kebingungan. Karena saya tau, bahwa kini sudah banyak tersedia start-up bisnis dalam bidang transportasi yang sangat bermanfaat untuk membantu seseorang dalam menuju kesuatu tempat dengan waktu yang lebih cepat dan hemat biaya, yaitu jasa ojek online.

Langsung saja saya pasang aplikasi ojek onlinenya dan kemudian mendaftar melalui email. Setelah pendaftaran berhasil, saya pun langsung memesan jasa ojeknya hanya dengan sentuhan jari di smartphone. Setelah calling calling untuk menentukan lokasi titik temu, sayapun berangkat menuju lokasi tujuan yang berada di SD Islam Al-Azhar Jl. Sisingamangaraja Jakarta Selatan. 

Waktu itu saya hanya menempuh jarak kurang kurang dari 15 km dengan waktu sekitar 40 menit dari tempat teman saya. Dan sayapun hanya mengeluarkan uang 15 ribu rupiah. 
Berbeda jika saya menggunakan angkutan umum seperti metromini atau kopaja, karena beresiko terjebak macet dan pastinya akan memakan waktu lebih banyak, dan bahkan mungkin biaya yang lebih banyak pula. 

Juga rasa lelah didalam angkutan pun turut dirasakan. Belum lagi harus menenteng nenteng barang bawaan karena jika naik angkutan umum harus transit, harus ngetem karena sedang menunggu penumpang, yang pastinya akan memakan waktu dan tenaga lebih banyak lagi. Namun karena adanya start-up bisnis di bidang transportasi ini, saya menjadi sangat terbantu segalanya.

Penglaman lain yang pernah saya rasakan dari jasa ojek online ini yaitu saat saya akan menghadiri wawancara penerimaan karyawan baru di sebuah kantor di Jakarta Pusat. Karena saya hanya mengetahui alamat namun tak tahu persis lokasinya dimana, sayapun memanfaatkan ojek online untuk mengantarkan saya ke tempat tersebut. 

Waktu itu saya hanya membayar 12 ribu rupiah dengan waktu tempuh sekitar 30 menitan saja. Tukang ojeknya pun bisa nyelip nyelip mengambil jalan pintas, sehingga bisa cepat sampai karena bisa menghindari macetnya jalan raya.

Karena jasa ojek online ini, saya bisa datang lebih cepat untuk mengatisipasi keterlambatan datang. Karena jika sampai telat datang, bisa bisa saya gagal diterima kerja, walaupun akhirnya memang gagal juga ^_^

Pengalaman lain menggunakan jasa ojek online lain yaitu saat saya sedang berada di kota Jogjakarta. Disini saya merasa sangat asing karena belum tahu tempat tempat dan lokasi lokasi. Waktu itu saya ingin pergi ke salah stu mall terbesar karena ingin membeli sesuatu, tapi karena saya bingung harus bagaimana untuk sampai kesana, maka sayapun memanfaatkan jasa ojek online.

Waktu itu saya tidak tahu jika di Jogjakarta juga sudah beroperasi salah satu jasa ojek online ternama, karena kebetulan ada orang memakai jaket ojek online yang sepertinya sudah saya kenal, yang kemudian saya tanyai apakah benar disini sudah beroperasi jasa ojek online ini ? 

Dan ternyata memang benar, tanpa berpikir panjang, saya pun langsung menginstall aplikasinya di smartphone yang kemudian saya langsung memesan jasa ojeknya untuk mengantarkanku ke mall yang dituju. “Beruntung sekali karena ada ojek online, saya jadi terbantu sekali”, pikir saya dalam hati. Sehingga saya pun tak perlu kebingungan jika kesulitan menuju ke suatu tempat yang belum kita kenal lokasinya. Nah, itulah pengalamanku menggunakan start up bisnis digital dalam bidang transportasi. 

Selain itu, saya juga punya lho pengalaman menarik memanfaatkan start up bisnis digital, kali ini dalam bidang jual beli online, namun start up bisnis ini berbeda dengan yang lain. 

Jika pada model start up bisnis digital dalam halj ual beli online pada umumnya, orang mungkin masih dikhawatirkan terjadinya penipuan karena harus mentransfer sejumlah uang sebagai pembayaran, maka di start up ini beda, karena sama sekali tak terlihat ada kemungkinan unsur penipuan.

Jadi ceritanya begini, beberapa waktu lalu teman saya ingin di belikan sebuah novel karya penulis ternama yang saat itu sedang tenar tenarnya, namun karena di kota saya masih sulit untuk mendapatkannya, maka cara yang paling mudah yaitu belanja online.

Permasalahanya adalah karena teman saya tersebut belum bisa belanja online, belum memiliki rekening bank dan masih ragu untuk belanja online.

Walaupun saya memperkenalkan sebuah e-commerce dengan sistem pembayaran dengan pihak ketiga pun, namun bagi orang awan, sepertinya tetap saja masih ragu karena harus mentransfer sejumlah uang sebagai pembayaran.

Nah, model start up bisnis digital yang akan saya bicarakan ini berbeda, dimana cara pembayaranya melalui sebuah agen (orang yang dipercaya), sehingga jika terjadi apa apa, pembeli bisa menanyakanya ke agen tersebut. 

Nantinya, barang yang dibeli akan dikirimkan ke alamat agen, dan pembeli bisa mengambilnya jika sudah sampai. Jika misal barang tak kunjung datang atau tidak dikirim, maka pembeli bisa mengambil uangnya kembali ke agen tersebut, dengan model bisnis digital seperti  ini, maka tak ada kekhawatiran terjadinya penipuan.

Di akhir cerita, teman saya pun senang karena berhasil mendapatkan novel incaranya melalui system belanja online model terbaru seperti ini.


Nah, itulah ceritaku dalam memanfaatkan aplikasi start up digital, yang sangat bermanfaat sekali membantu saya dalam banyak hal. Semoga bernmafaat ^_^

Subscribe to receive free email updates:

16 Responses to "Pengalamanku Memanfaatkan Start Up Bisnis Digital Karya Anak Negri"

  1. Kirain dari Kebumen ke Jakarta jalan kaki, kayak aksi damai kemarin, hehehe....

    Sukses terus dah buat bisnisnya mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang yang aksi damai itu jalan kaki ke Jakarta, gempor dong. Btwtrimakasih sudah berkunjung ^_^

      Hapus
  2. Nama aplikasine apa, Mas? Kok nggak disebutin sih, yang baca jadi penasaran berat jadinya. Hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Go-jek Mas Eko. Ini karena kemaren bikin artikel malah salah konsep, ya udah tak posting dan bikin yang baru

      Hapus
  3. saya sendiri belum pernah nyobain
    a
    plikasi karya anak negri.. karena emang disini gak ada. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau seperti ojek online emang hanya ada di kota kota tertentu, karena langsung terhubung dengan objek di dunia nyatanya (tukang ojek)

      Hapus
  4. Gojek emang udah ngemudahin hidup banget lah. Kelaperan jam 2 pagi masih bisa pesen makan.
    Sayangnya di daerah saya sekarang belum ada..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gojek emang membantu banget, kalau mau bepergian tapi belum tau tempatnya, pesen gojek jadi lebih mudah dan cepat

      Hapus
  5. Ah telat tau lombanya Mas. Selalu seru menceritakan pengalaman menggunakan start up business Indonesia ya. Keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bukan lomba Mbak, kalau lomba tentang start up bisnis digital ada di kompasiana, btw trimakasih sudah berkunjung

      Hapus
  6. ditempat aku pun go jek online ini lagi booming Mas Amir ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah masa sih, semoga ditempatku lama lama ada biar orang makin terbantu

      Hapus
  7. Aku juga termasuk orang yg sering mengandalkan transaksi online, baik olshop atau sekedar pesan ojek online. 2017 Goes to digital aktivities.. Hi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ojek online emang bermanfaat banget buat kita semua, banyak pekerjaan menjadi terbantu

      Hapus
  8. Emang start up itu ngebantu banget buat aktifitas sehari-hari apalagi sekarang macem - macem ya transportasi dll ga cuma jualan doang... bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, start up bisnis emang membantu banget

      Hapus