Jualan Layanganku Lancar Berkat Internet

Koleksi layanganku
Saya itu sangat hobi sekali dengan layangan, iya layangan, mainan tradisional yang bisa terbang itu lho. Sejak kecil, setiap musim layangan, saya selalu bermain layangan, soalnya bagi saya mainan ini sangat menyenangkan. Apalagi kalau sudah terbang tinggi, puas sekali rasa hati ini, terlebih jika layangan tersebut buatan saya sendiri.

Jaman semakin berkembang dan tekhnologi semakin maju, begitu juga dengan usia saya yang semakin dewasa, namun masih tetap konsisten dengan hobi layangan ini.

"Iiiiiiih.....udah gede mainanya layangan, alay deh....."

Biarin, emang saya alay kok....alay anak layangan…he he he… lanjuttt.....karena saking hobinya bermain layangan, saya jadi terkenal tukang layangan, bahkan hampir satu kampung tau kalau aku ini tukang layangan.

Koleksi layanganku yang lain
Hingga akhirnya, saya pun jualan layangan. Pada awalnya saya jualan secara offline dengan menitipkanya ke pedagang pedagang di pasar pasar dengan harga Rp 7.000,- – Rp 10.000,- perbuah sesuai model dan ukuran, sementara pedagang sendiri bisa mengambil untung dengan menjual diatas harga tersebut.

Sebelumnya saya juga telah memiliki blog, namun belum tahu betul kalau blog bisa di gunakan untuk berpromosi.

Mengapa saya memilih blog (blogspot)? Ya karena blogspot ini gratis, nggak bayar, saya pun belum beli domain pribadi karena masih bisa gratisan.

Source image
Setelah tahu bahwa dengan blog bisa buat jualan layangan, maka mulailah saya berpromosi dengan menulis artikel layangan.

Awalnya saya hanya berniat membagikan ilmu cara membuat layangan secara cuma cuma, agar orang di seluruh Indonesia bisa terbantu dengan masalahnya dalam membuat layangan. 

Soalnya menurut pencarian saya di google, artikel cara membuat layangan yang dari ahlinya jarang di temukan. Mungkin karena si pemain layangan jenis sendaren ini yang umumnya tinggal di pelosok desa, masih gaptek dengan internet, sehingga belum bisa mensosialisasikan ilmunya tentang cara membuat layangan lewat tekhnologi informasi ini.

Beruntuglah saya, walaupun saya tinggal di pelosok desa (rumah saya paling utara, ke utaranya lagi sudah tak ada rumah lagi), namun saya begitu mengenal internet dan tekhnologi informasi, terutama blog. Dan dengan segala kemampuan yang ada, akhirnya saya memanfaatkannya untuk peluang usaha.

Saat akan menjualnya, saya bingung “bagaimana ya saya menjual layangan saya secara online, padahal yang mau beli udah banyak, cara packingnya kok sulit banget ?” pikir saya dalam hati. 

Untuk mencari solusinya, saya pun berspekulasi.

Percobaan pertama, saya membuat packing wadah layangannya dengan bambu yang di buat membentuk kotak kubus pipih, namun hasilnya reot reot, kurang kuat dan rugi waktu, kalau di teruskan maka layangan beresiko rusak, wadahnya saja reot reot, rugi saya, kasihan yang beli juga.

Percobaan kedua, saya menggunakan kardus tebal yang di bentuk kotak, namun hasilnya juga kurang kuat, secara, kardus itu kertas walaupun tebal, sedangkan layangan adalah benda yang gampang rusak dan patah. Nanti kalau di gudang agen pengirimanya - layangan saya di tumpuk tumpuk dengan paketan lain - bisa rusak dong. Percobaan kedua ini pun gagal.

Masih berspekulasi lagi dengan percobaan yang ketiga, yaitu saya ingin membeli kardus dari pabrik, tapi ternyata ada jumlah minimum order, yaitu paling tidak 500 buah, dimana untuk jumlah tersebut, saya harus mengeluarkan uang paling tidak 5 juta, waduh, masa iya sih sampai keluar modal sebanyak itu, udah gitu belum tentu si kardus tersebut aman untuk layangan saya. Belum di coba, rencana yang ketiga ini pun gagal.

Akhirnya setelah spekulasi demi spekulasi yang saya coba dalam waktu sekian lama, saya pun menemukan solusi bagaimana membuat packing yang aman, minim biaya dan tetap untung banyak, yaitu dengan memanfaatkan papan kayu dan triplek.

“Emang, inspirasi triplek dan kayu  itu darimana, Amir ?”

Jadi, waktu itu saya masih kerja proyek (aliasnya kuli bangunan), iya saya ini dulunya kuli proyek, karena pendidikan saya cuma STM.

Waktu kerja proyek tersebut, di lokasi tempat saya bekerja ada tukang furniture yang bahan pembuatnya adalah triplek dan ukuranya bermacam macam. Saya pun jadi memutar dan memutar otak “bagaimana ya jika triplek ini di jadikan packing layangan?” pikir saya dalam hati. 

Ternyata benar, setelah saya coba, packing dari triplek dan kayu untuk layanganku berhasil, yey……….Amir emang kerennn……….wkwkwkwkwk….

Ending packing layanganku

Triplek harganya Rp 34.000,- sampai Rp 44.000,- (saya pakai yang ukuran 2 mm atau 3mm).  

Dan papan kayu harganya Rp 10.000,- murah kan ? bisa di pakai untuk beberapa wadah layangan. Dan intinya dengan modal segini, saya bisa untung lebih, berlipat lipat malah. 

Sampai di sini spekulasi cara pengepakan sudah selesai, tinggal cara mempromosikanya, yaitu dengan blog.

Agar layangan saya semakin laris, maka saya rajin menulis artikel tentang layangan, seperti cara membuat layangan sendaren burung, cara membuat layangan sendaren bintang, tips tips agar layangan tidak terbang miring dan lain sebagainya. 

Dengan cara itu, maka pembaca bisa semakin percaya bahwa saya ini adalah spesialis layangan, sehingga dengan senang hati mereka akan bolak balik berkunjung ke blog saya tersebut untuk belajar dan belajar lagi tentang cara cara membuat layangan model lainya. 

Untuk olah gambarnya, saya menggunakan adobe photoshop. Awalnya saya sulit banget menggunakan software edit gambar professional ini, namun saya terus belajar dan belajar secara otodidak agar saya cepat bisa. Pusing banget, tapi saya belajar terus, dan Alhamdulillah udah mulai lancar menggunakanya.

“Kenapa nggak kursus saja, Amir ?”

Kursus mahal Mas, setau saya di Jakarta sekarang sudah sampai 2 juta untuk program photoshop dasar, kalau saya cukup beli bukunya saja, waktu itu aku beli harganya Rp 50.000,-, saya pelajari dengan seksama dan saya pun bisa tanpa perlu kursus mahal mahal, #haruskreatif.

Selain dengan artikel, saya juga membuat tutorial cara membuat layangan lewat video loh, secara kan, belajar melaui video itu lebih mudah daripada artikel. 

Untuk software editingnya saya masih menggunakan Windows Movie Maker, dan..otodidak dong. Kedepan saya mau belajar Adobe After Effects juga.

Video tersebut saya upload ke youtube, yang kemudian saya pasang di blog dan akun socmed layangan saya, terutama fanspage facebook. 

Fanpage facebook, twitter, video di youtube, berfungsi untuk menangkap prospek, sehingga pengunjung tidak hanya datang dan pergi begitu saja, untuk kemudian saya follow up mereka dengan info info terbaru seputar layangan saya.

Dan kenapa saya pakai youtube juga facebook dan twitter ? ya karena gratis juga seperti blog, kan aku love gratisan..hehehehe…

“Terus, layangannya laku nggak setelah kamu melakukan itu semua ?”

Alhamdulillah, hingga saat ini layangan saya masih banyak yang suka, pembelinya pun banyak, dari mulai Kota Medan, Riau, Jambi, Bengkulu, Pulau Jawa, Kalimantan, bahkan Jayapura.

Saking sibuknya, saya sampai memperkerjakan tetangga saya untuk membantu saya membuat kerangka layangan. Dengan begitu saya turut bisa meningkatkan ekonomi tetangga saya tersebut walupun masih dalam level rendah, namun paling tidak, jadi ada pemasukan buat tetangga saya tersebut yang kebetulan sedang nganggur.

Rangka layangan buatan tetangga saya
Bukan hanya itu saja lho, saya masih punya kreatifitas lainya. Di saat layangan saya sedang sepi, saya menciptakan alat peraut ragangan (rangka) layangan. 

Alat ini di buat dari barang rongsokan yang saya beli penjual barang bekas (lihat, barang rongsokan saja bisa jadi uang, berarti kamu juga harus kreatif ya ?).

Alat serut rangka layangan buatanku
Alat ini tercipta juga berkat spekulasi dan spekulasi dalam mengembangkan usaha layangan saya. Jadi, alat ini terbuat dari besi dan baja yang di buat menyerupai esel pintu yang di kasih lubang, dimana lubang tersebut berfungsi untuk meraut bambu agar terserut menjadi rangka layangan yang rapi dan simetris.

“Apa fungsi utama dari alat pembuat layangan kamu, Amir ?”

Fungsinya yaitu untuk membuat rangka layangan tanpa perlu meraut raut dengan pisau, soalnya meraut dengan pisau itu sulit, bagi yang baru pertama kali membuat layangan, pasti membuat layangan dengan pisau hasilnya kurang bagus. 

Tapi dengan alat ini, membuat layangan menjadi lebih cepat dan lebih bagus, lebih rapi, lebih simetris, nekuknya juga sama, sehingga siapa saja yang ingin membuat layangan, bahkan orang awam sekalipun bisa dengan mudah membuat layangan dengan alat ini.

“Waow, kreatif banget kamu, Amir”

Harus dong, kita itu harus kreatif, soalnya dalam persaingan bisnis, yang kreatiflah yang unggul, iya nggak ?

“Iya, bener banget”

Untuk demo cara menggunakan alat ini, saya pun membuat turorialnya juga, baik dalam bentuk artikel ataupun video.

“Lalu, bagaimana respon pembelinya ?”

Sama dengan layangan, alat ini cukup laku juga, banyak sekali yang bertanya, baik lewat komentar blog, sms, inbox, WA, bbm ataupun telfon. Penjualanya pun sudah merambah ke berbagai kota di Indonesia, dan mereka terbantu juga dengan alat ini. 

Masih ada lagi, saya juga berencana akan membuat tutorial layangan premium lho dalam bentuk ebook, yang saya kemas dalam sebuah website.

Ebook layanganku

Ebook ini berisi kumpulan cara cara advance (cara detail) membuat layangan, namun  modelnya lebih banyak, lebih rumit dan lebih detail. Karena keunggulan ebook premium adalah cara pembahasanya lebih detail dan terperinci sejelas jelasnya.

Ebook ini saya jual dengan website berkonsep “SMUO”.

“Apa itu SMUO ?

SMUO singkatan dari system mesin uang otomatis. Jadi, website ini berisi sales later (kalimat penjualan) yang saya buat se-memikat mungkin, agar pengunjung bisa tertarik dengan dengan produk ebook layangan saya dan membelinya.

Jika mereka berminat, maka mereka tinggal melakukan pemesanaan dengan megklik tombol order yang sudah di sediakan, sampai akhirnya pengunjung tersebut melakukan pembayaran.

Setelah pengunjung yang baik hati tersebut melakukan pembayaran, tugas saya hanyalah membuka halaman admin untuk memastikan bahwa pengunjung tersebut sudah benar benar melakukan pembayaran.

Dan selanjutnya saya hanya mengklik tombol “aktifkan”, dimana jika sudah mengklik tombol tersebut, pembeli sudah resmi jadi member dan bisa mendownload ebook tersebut untuk di pelajari.

Selain itu, website SMUO ini juga akan di lengkapi dengan system affiliasi, dimana jika member berhasil menjual produk saya dengan URL affiliasinya, maka member tersebut berhak atas komisi sesuai perjanjian.

Dengan konsep SMUO tersebut, walaupun saya sedang tidur, sedang pergi, ke kamar mandi ataupun sedang berlibur pun, uang tetap bisa masuk ke rekening saya tanpa saya menyentuhnya.

“Waow, hebat, bagaimana kamu melakukanya, pasti kursus dan biayanya mahal ?”

Dan lagi lagi, saya enggak kursus juga Bro, saya cuma belajar otodidak saja, saya beli ebook SMUO di internet, saya cetak dan saya pelajari, cuma 200 ribu. Ini foto bukunya.

Buku yang mengantarkanku menjadi seller online

Kalau kursus, setau saya biayanya mahal, kalau nggak salah waktu itu di Jakarta sampai 3 jutaan, saya nggak ada uang segitu, kalau bisa yang murah, kenapa harus yang mahal, iya nggak ? yang penting ada kemauan, pasti ada jalan.

“Iya betul, intinya harus kreatif, tapi btw, wesbitenya bikin sendiri ?”

Enggak, jadi saya hanya beli scriptnya saja, lalu di install. Nanti saya juga harus beli hosting dan domain juga.

Kalau harus belajar pemrograman PHP, pusing dan butuh waktu lama, kalau kelamaan, entar malah nggak jadi lauching websitenya.

Dan kedepanya lagi, saya mau bikin aplikasi android tentang layangannya juga, isinya tentang tutorial cara membuat layangan, baik dalam bentuk artikel dan juga video. Sehingga armada promosi saya ada dimana mana.

Selain itu saya juga ingin belajar membuat layangan model model lainya agar kemampuan saya memuat layangan semakin bertambah.

O iya, saya ingin berterimakasih sekali kepada Mbak Yu Anah, kakak perempuan saya yang saat ini telah bahagia karena selama 20 tahun menikah, baru di karunia momongan. 

Beliau adalah orang yang selalu mendukung saya, di samping banyak hujatan dan cemoohan atas apa yang sedang saya kerjakan ini. Tidak mudah loh untuk mencapai cita cita, karena semakin tinggi pohon, maka semakin banyak angin yang menerjang, iya nggak ? (maaf bukan lagi sombong ya?)

Saya juga berterimakasih kepada teman saya Mas Romadhon yang saat ini sedang bekerja di BSD City sana, karena dia juga yang telah mendukung saya, hingga saya bisa lebih semangat untuk berkarya.

Itulah sedikit cerita tentang bisnis online layangan saya, semua berkat adanya portal digital berupa internet. Bayangkan kalau saya nggak bisa memanfaatkan internet, pasti saya belum bisa seperti ini.

Bicara soal internet berarti bicara soal speed atau kecepatan loadingnya. Ya iya dong, siapa juga yang mau kalau harus pakai internet gaya keong alias lelet, nanti pembeli pada kabur.

Bersama dengan ini, saya ingin merekomendasikan sebuah jasa layanan internet dari MyRepublic dengan websitenya di https://myrepublic.co.id. MyRepulic.co.id ini adalah website yang menyediakan jasa layanan internet ultra cepat dengan kecepatan maskimal sampai 300 Mbps.

Pastinya berbisnis online dengan di dukung akses internet gaya roket ini akan semakin maju saja. 

“Memangnya kenapa sih harus MyRepublic untuk pilihan akses internet ?”

Oke saya jelaskan dalam poin poinya ya..

[1] Untuk download file HD dengan size 4.5 GB saja, hanya membutuhkan waktu sekitar 60 menit 

Dan hanya dengan menambah Rp 50.000,- saja, Anda berhak untuk menikmati 23 saluran TV lokal/bulan, serta gratis WiFi router untuk kenyamanan mengakses internet. Dan berikut adalah harga paketnya.

Paket internet MyRepublic
[2] Memiliki koneksi yang stabil dan konsisten. Jadi, walaupun sedang mendownload, bermain game, membuka banyak tab tab atau sedang dalam jaringan penuh pun, loadingnya tetep banter, stabil dan konsisten. 

[3] MyRepublic di ciptakan untuk koneksi internet para gamer. Maksudnya, internet dari MyRepublic begitu cepat dimana para gamer online membutuhkan internet cepat agar proses bermain game tetap lancar tanpa loading di tengah tengah sesi permainan game.

Source : Steam Download Stats (Indonesia, 24 - 31 Mei 2016)
Nggak lucu kan, saat asik asiknya bermain game, tiba tiba koneksi lamban, bahkan error, bisa bisa kalah dong. Makanya, MyRrepublic di ciptakan untuk pemenang.

[4] Myrepublic telah berhasil menjadi juara 1 internet cepat versi majalah Netflix pada bulan April lalu. Pengukuran ini di dasarkan pada kecepatan rata rata pelanggan saat mengakses Netflix. Netflix adalah layanan video streaming yang kini sudah bisa di akses di Negara kita ini dan 200 negara lainya.

Selengkapnya bisa di baca di URL ini https://ispspeedindex.netflix.com/country/indonesia/
[5] Bisa berlangganan TV juga. Jadi di MyRepublic, Anda bukan hanya bisa berlangganan internet ultra cepat saja, tapi bisa berlangganan TV kabel juga.

Ada puluhan channel lokal dan luar negri dalam saluran Standard Definition (SD) ataupun High Definition (HD), berikut sebagian channelnya


Uniknya, Anda bisa memilih, mau berlangganan TV saja atau internet saja, ataupun keduanya juga boleh. Dan berikut adalah daftar paket TV nya


[6] Unlimited alias tanpa batas. Jika di jasa lain masih menggunakan kuota, maka di MyRepublic tidak. Anda bisa download sebanyak apapun tanpa takut kehabisan kuota.

[7] Lokasi penjualan terletak di berbagai kota, seperti di Cibubur, Depok, Bekasi, Surabaya, Tangerang, Malang, Semarang, Bogor, Palembang, Medan.

[8] Banyak diskonya. Mau diskon 30% untuk 2 bulan atau gratis TV 6 bulan ?


Dan terakhir, mengapa saya menulis ini ? karena ini adalah kontes blog enterpreneurship yang di selenggarakan oleh MyRepublic dan Channel NewsAsia

Jika saya terpilih sebagai pemenangnya, uangnya akan saya gunakan untuk membeli triplek, papan kayu, lakban, paku, besi dan baja, plastik layangan dan alat keperluan layangan lainya dalam jumlah banyak untuk persediaan.


“Eh Bro, Channel NewsAsia itu apa sih ?”

Channel NewsAsia adalah portal berita dalam bahasa inggris yang di dirikan oleh MediaCorp dan berpusat di Singapura. Channel NewsAsia senantiasa memberikan update update info terbaru mengenai perkembangan di Asia. Untuk info selengkapnya bisa kunjungi websitenya di http://www.channelnewsasia.com

Akhir kata, semoga artikel ini bisa menjadi penyemangat bahwasanya dengan semangat dan kreatifitas yang di koneksikan dengan portal digital, dimana pengaplikasianya menggunakan internet ultra cepat , maka sebuah usaha akan lebih cepat berkembang, terimakasih :-)


Subscribe to receive free email updates:

13 Responses to "Jualan Layanganku Lancar Berkat Internet"

  1. pembuatan alat nya dari barang bekas kang ? kreatif kang.. kalau beli layangan di jami gak bakalan berat sebelah gak nih kang.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau berat sebelah tinggal di geser geser tali trajunya saja

      Hapus
  2. kreatif, memang lho mir internet itu penting banget buat para pelaku UKM, soalnya lebih cepat dikenal oleh para konsumen disamping berjualan offline

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, internet emang keren banget, saya jadi bisa menemukan pekerjaan gara gara internet, dan itu membantu banget buat saya karena cari kerja gak dapat dapat

      Hapus
  3. Balasan
    1. Iya, aku emang hobi banget sama layangan. Karena hobiku ini, aku jadi julan layangan, bahkan lewat internet. Tapi kayaknya akan lebih bagus lagi kalau internetnya cepet banget seperti di MyRepbulic, jadinya jualanku makin lancar deh :-)

      Hapus
  4. Wih kreatif mas Amir ini. Keren. Semangatnya juga itu lho. Jempol deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus dong, biar bisa menyemangati orang lain agar terus maju dan berkarya, terlebih karena adanya internet cepat seperti di MyRepublic. Btw terimakasih sudah berkunjung ya ?

      Hapus
  5. Wah keren mas. Jadi kangen masa2 kecil main layanga. Skrng bingung gak ada lapangan hehe. Sukses lombanya! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di tempatku masih banyak sawah, jadi masih banyak yg main layangan sendaren gini

      Hapus
  6. Mau pesen rangkanya aja mas.. Daerah palembang mahal g ya kira2 😂? D52BFFF9 pin ku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke, nanti tak invite, tunggu ya?

      Hapus