Akhirnya - Saya Sembuh dari Penyakit TB yang Mematikan

TB bisa di sembuhkan. Gambar di pinjam dari sini
Setelah kemarin saya bercerita tentang obat TB (tuberkulosis)  yang di berikan secara gratis oleh pemerintah, sekarang saya akan bercerita tentang bahagianya saya karena telah sembuh dari penyakit mematikan ini.

Simak baik baik ya,
Saat itu saya duduk melamun sambil menyesali dengan perasan yang sangat sangat sedih di depan ruang rontgen (ronsen) puskesmas tempat saya tinggal, mengapa ? saya sedih karena  baru saja menerima hasil tes dahak laboratarium yang menyatakan bahwa saya terkena penyakit TB yang sangat mematikan. Saya sampai menangis karena saking takutnya terkena penyakit ini.

Ilustrasi : Sedihnya saya saat terkena TB

Foto rontgen saat saya terkena TB

Banyak mitos yang mengatakan bahwa TB atau TBC itu kepanjangan dari "Tidak Bisa Sembuh" yang membuat saya jadi semakin takut.

Dengan mitos tersebut, membuat banyak orang  akan menjauhi seseorang yang terkena TB, anggapan mereka tentang penyakit TB itu buruk, yang membuat sang penderita tidak hanya sakit secara fisik, tapi dalam hubungan sosial juga terganggu. Secara penyakit TB itu mudah sekali menular dan merupakan penyakit yang sangat mematikan, saya tidak mau jika orang sampai mengucilkan saya.

Tapi sekarang mitos itu hanyalah sekedar omong kosong belaka dan tidak bisa di benarkan, mengapa ? karena ternyata penyakit TB itu bisa di sembuhkan dan pasti bisa di sembuhkan. Saya ulangi lagi - penyakit TB itu bisa di sembuhkan - penyakit TB itu bisa di sembuhkan !!! ingat itu baik baik.

Mengapa saya berani bilang begitu ? ya karena saya sudah membuktikanya. Saya pernah merasakan betapa sakit badan dan hati ini saat saya terkena TB. Badan saya terasa sangat lemas setelah sebelumnya saya mengalami gejala TB seperti batuk berdahak lebih dari 2 minggu, badan lemas sekali, nafsu makan berkurang, berat badan berkurang, berkeringat di malam hari padahal saya tak melakukan aktifitas apapun. Juga saat saya tidurpun sering berkeringat, padahal cuaca di luar terasa  dingin.

Sungguh saat itu saya merasa jadi orang yang sangat kurang beruntung, pikir saya waktu itu "ya Tuhan, mengapa saya di berikan cobaan seberat ini, saya takut sekali, semoga saya bisa melewatinya dengan baik".

Akhirnya saya pun mengobatkan penyakit saya ke puskesmas setempat dan di anjurkan untuk menjalani pengobatan rutin selama kurang lebih 6 bulan. Saya di beri obat oleh perawat (yang menangani pengobatan rutin saya waktu itu adalah perawat setelah sebelumnya oleh dokter) saya dan harus rutin meminumnya tanpa harus putus selama kurang lebih 6 bulan. Jika saya putus meminum obat di tengah jalan, maka pengobatan akan di ulangi lagi dari awal  dan pastinya waktunya juga akan lebih lama lagi karena kuman menjadi lebih kebal.
Baca juga : Pengalamanku Mengatasi Sakit TB Paru Hingga Sembuh
Untunglah saya baru hanya menderita TB tahap awal, bagaimana jika saya menderita TB tahap lanjutan yang kata perawat saya pengobatanya lebih lama lagi, kira kira 9 bulan dan harus dengan suntikan dan mengkonsumsi obat selama waktu tersebut, bisa bisa bokong saya bolong bolong karena terlalu banyak jarum suntik yang menusuk tangan saya.

Dan pastinya pula, dengan terlalu banyak mengkonsumsi obat, akan sangat menggangu kesehatan saya karena umunya obat memiliki efek samping terhadap kesehatan

Dan benar saja, sebelum saya terkena TB dulu, saya termasuk anak yang cukup cerdas di sekolah, terbukti dengan sering kalinya saya dapat juara kelas (maaf bukanya lagi sombong), tapi setelah saya terkena TB dan harus banyak meminum obat, saya merasa ingatan saya kurang cerdas, saya merasa kurang tanggap dan kurang maksudan (pahaman). Kadang saya merasa malu sama teman teman jika apa yang mereka bicarakan saya tidak paham. Dan itu bagi saya sangat mengganggu hubungan sosial saya.
Tapi entah apakah efek samping yang saya rasakan ini akibat dari banyaknya saya meminum obat saat saya terkena TB atau mungkin dari sebab yang lain. Tapi yang saya rasakan memang seperti itu, ingatan saya menjadi kurang cerdas dan kurang tanggap.

Kemudian saya pun menuruti apa yang di perintahkan perawat saya untuk teratur dan disiplin minum obat sesuai jadwal, dia juga bilang bahwa mitos TB tidak bisa sembuh itu salah besar, TB itu bisa di sembuhkan dengan pengobatan yang rutin dan disiplin.

Setelah kurang lebih 6 bulan pengobatan dengan 2 tahap pengobatan (jika tidak salah tahap pertama 3 bulan dan 3 bulan selanjutnya untuk tahap kedua, saya lupa) dan di tes dahak di laboratarium, saya di nyatakan positif sembuh.

Senaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali rasanya, akhirnya saya bisa menghirup udara bebas, saya bisa sehat kembali seperti dulu lagi, saya bisa bekerja lagi mencari uang, saya sudah tidak merasa seperti di kucilkan lagi oleh tetangga.

Ilustrasi : Senangnya terbebas dari TB
Dan sekarang yang harus saya lakukan adalah dengan selalu menjaga kesehatan badan dan lingkungan supaya saya tidak terkena TB tingkat lanjutan, amit amit dah kalo sampai saya terkena lagi.

Dan untuk saudara saudara saya dimanapun Anda berada, jangan takut untuk berobat, jangan takut untuk memperiksakan diri ke Dokter jika terjadi gejala TB pada diri Anda atau di sekitar Anda seperti batuk berdahak atau sampai berdarah sampai 2 minggu atau lebih, berkeringat tanpa melakukan apapun atau saat malam hari saat tidur seperti yang saya rasakan. Segeralah periksakan ke pusat pelayanan kesehatan terdekat, obat TB itu gratis, dan penyakit TB itu bisa di sembuhkan dan sangat bisa di sembuhkan, saya sudah pernah membuktikanya.
 
Obat TB itu gratis

Melalui blog ini, saya turut berbagi cerita dan berbagi pengalaman sekaligus mengajak semua orang untuk sehat dan untuk sembuh dari TB.

Jika ada dari pembaca yang ingin tau tentang pengalaman saya sembuh dari penyakit ini, silahkan hubungi saya di facebook saya, inbox saja ya ?

Itulah pengalaman saya terkena sakit TB dan sembuh, semoga semakin menyemangati Anda semua untuk sembuh bagi yang sedang terkena penyakit ini.

Tulisan ini di ikut sertakan dalam lomba blog TB yang di adakan oleh kementrian kesehatan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan KNCV dalam rangka memperingati hari TB sedunia yang jatuh setiap tanggal 24 maret yang bertujuan untuk mengkampanyekan indonesia bebas TB.

Terimakasih, semoga bermanfaat dan ayo stop TB dari sekarang !!!

---Selesai--- 

Subscribe to receive free email updates:

49 Responses to "Akhirnya - Saya Sembuh dari Penyakit TB yang Mematikan"

  1. Syukurlah sudah sembuh, wah keren dari pengalaman sendiri ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, semata mata karena ingin menyemangati para penderita TB semuanya, semoga cepat sembuh dan semakin semangat untuk sembuh.

      Hapus
  2. Alhamdulillah... Mas Amir sudah sembuh total. Ini pasti karena kesungguhan, kedisiplinan, dan pantang menyerah. Allah memberikan jalan kesembuhan. Senang baca artikelanya mas, bisa menyemangati yang lainnya. Tetap semangat yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mbak Fauziah, saya juga merasa sangat senang sekali dengan kesembuhan sya dari penyakit TB ini, saya tak mau lagi terkena penyakit yang mematikan ini

      Hapus
  3. Salut dg semangat Mas utk berobat sampai tuntas. Semoga sehat selalu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mbak Ruri, saya semangat sembuh karena saya igin sehat.

      Hapus
  4. Naah kan ada bukti lagi. Semoga smua orang yg terkena TB semangat untuk sembuh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, saya terkena penyakit ini tahun 2011 lalu, pahit sekali rasanya. Tulisan ini juga saya dedikasikan agar para penderita TB semangat untuk sembuh

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. asalamualaikum mas,
    saya mau nanya,
    apa pantangan dan larangan dalam pengobatan tbc,
    soalnya saya juga lagi pengobatan,
    dan sudah meminum obat selama 1bulan,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus dan harus dan harus mengikuti petunjuk pengobatan dokter atau perawat jika ingin sembuh, pakai masker agar percikan ludah tidak menulari orang lain karena virus ini sangat rentan menular. Makan makanan bergizi, kurangi gorengan, olahraga yang cukup, istirahat cukup dan jangan sampai putus minum obat.
      Saya dulu juga begitu, tetapi karena saya patuh perintah dokter dalam pengobatan maka dalam 6 bulan saya langsung sembuh. Kalo sudah sembuh harus hati jangan sampai terjadi yang kedua kalinya, karena yang kedua kali itu pengobatanya lebih parah, harus di suntik juga selama pengobatan yaitu 9 bulan, mau di suntik selama 9 bulan, makanya jangan sampai terkena penyakit ini. Thanks

      Hapus
    2. Mas amir,sy jg sm pndrt TB nih kategori 2 dn msh dlm pengobatan apa bnr slm 9 bln di suntik terus soalnya sy jg lg menjalani terapi itu... Sy jd takut�� udh sdih bngt klo ada yg mengucilkan sebab sy hrs tiap hari prgi k puskesmas buat di suntik kdg" sk ada DR/perawat yg gk mau berbagi jasanya pd sy mungkin bg mereka penyakit ini sngt menjijikan tp mereka gk tau apa yg sy rasakan dgn penyakit ini...jd mnrut mas amir bgimn tntang mereka yg mengucilkan penyakit TB??

      Hapus
    3. Mbaknya yang sabar saja ya Mbak, saya ikut sedih mendengarkan cerita Mbak Anya. Dan semua yang terjadi atas kehendak Tuhan. Yang terbaik menurut kita belum tentu yang terbaik menurut Tuhan. Andai kita bisa memilih, kita pasti takkan pernah mau untuk sakit. Soal hubungan sosial dengan masyarakat, patuhi saja apa perintah dokter dan lakukan yang terbaik. Jangan pernah sekali kali melanggar untuk tidak berobat. Agar penyakit Mbaknya cepat sembuh. Amin

      Hapus
  7. Mas, saya mau tanya. Saat anda terkena penyakit tbc tersebut sampai masa penyembuhan, apa anda tetap sanggup untuk melakukan aktivitas sehari2 yg cukup berat seperti bekerja/kuliah/olah raga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak terlalu, saya tetap beraktifitas sehari hari namun tidak terlalu capek. Yang penting haruh patuh minum obat dari dokter atau perawatnya. Jangan meludah sembarangan, juga usahakan jangan membiarkan saudara kita menggunakan gelas atau piring bekas kita makan untuk mereka gunakan, untuk meminimalisir resiko penularan.

      Jangan makan gorengan, makanan berminyak minyakan lah pokonya. Jangan batuk sembarangan, kalau mau pake masker agar percikan ludah tidak menyebar menulari orang lain. Juga jaga image biar gak ada yang tau, khawatirnya mereka beranggapan buruk tentang kita.

      Itu saja yang bisa saya sampaikan, kalo mau info lebih lanjut boleh tanya saya di twitter @amir7788. Terimakasih

      Hapus
  8. thanks atas informasinya gan :)
    http://goo.gl/ivCzoT

    BalasHapus
  9. terima kasih gan infonya,
    sangat bermanfaat untuk kesehatan kita,,,
    Tips Kesehatan dan Kecantikan

    BalasHapus
  10. Pada saat masa penyembuhan yg 6 bln itu apalah bisa beraktifitas seperti biasa? Atau selama 6 bulan itu terus ngerasa batuk badan lemes dan nafsu makan kurang? Mohon pengalamannya

    BalasHapus
  11. Pada saat masa penyembuhan yg 6 bln itu apalah bisa beraktifitas seperti biasa? Atau selama 6 bulan itu terus ngerasa batuk badan lemes dan nafsu makan kurang? Mohon pengalamannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama 6 bulan batuknya lama kelamaan mulai mereda Mas, dan saya tetap bisa beraktifitas seperti biasa. Tapi saya juga lebih berhati hati menjaga kondisi tubuh, seperti sllu pake masker, hindari batuk di dekat orang, kamar berasih, peralatan makan di pisah dan bersih dsbagainya

      Hapus
    2. Selama 6 bulan batuknya lama kelamaan mulai mereda Mas, dan saya tetap bisa beraktifitas seperti biasa. Tapi saya juga lebih berhati hati menjaga kondisi tubuh, seperti sllu pake masker, hindari batuk di dekat orang, kamar berasih, peralatan makan di pisah dan bersih dsbagainya

      Hapus
  12. Bagaimana dengan demam dan nafsu makanya? Normalnya atau sama seperti gjla awal, gk Doyan makan dan lemas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya saya demam di malam hari dan batuk kering tapi berdahak, dahaknya kental banget, ternyata kena TB, lalu aku perikasakan diri ke klinik untuk di obati. Obatnya gratis ya seluruh Indonesia dari pemerintah, asalkan di klinik, bukan dokter praktek. Kalau makan kurang enak, badan lemas. Tapi setelah sembuh aku jadi nafsu makan banget, mungkin karena asupan tubuh selama sakit kurang, jadi saat pemulihan penginya makan terus

      Hapus
  13. Mas, saya juga penderita tbc, sudah hampir sebulan saya menjalani pengobatan tapi setiap malam saya harus pake oksigen karna sesak akibat batuk. Apakah itu tidak apa-apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya tidak apa, oksigen itu kan untuk membantu pernafasan jika pasien mungkin terasa sesak buat bernafas, kalau aku waktu itu tidak

      Hapus
    2. Maaf,sy jg penderita TB dan dlm masa pengobatan. Jika mbak wan betti lestari merasa sesak,bisa minum campuran jus wortel dan tomat, beri air dan gula(saring sblm mnum).. lalu stlh itu buat jus timun (yg tdk kecut/pahit) lalu saring dan minum.
      Jika sempat, buatlah jus kurma sebanyak ganjil(bukan sari kurma)
      Sy pakai kurma jenis lulu sb tdk terlalu manis.
      Sering konsumsi jus kombinasi wortel sgt bagus,tdk ada efek sampingnya.
      Stlh konsumsi jus ini..sy sdh tdk pakai bantuan oksigen.smg membantu trmakasih

      Hapus
  14. saya dvonis tbc setelah dlihat d ronsen kata dokter.. karna paru2 saya sebelah kiri2 tertutupi 1/4 dan ada cairan dparu2 saya...
    walaupun saya tidak ada batuk ataupun berdahak 😢

    5 hari saya konsumsi obat tb.. semoga saya bebas dari tbc 😊

    BalasHapus
  15. Maaf mas Numpang Tanya, Saya Putra di diagnosa dokter terkena TB juga dari ronsen dan dari ciri batuk saya Mengrluarkan darah.. sekarang saya udh berobat selama 1 stengah bulan , tapi badan saya lemas sekali saat menggunakan obat ini.. apakah badan mas dulu saat masa pengobatan juga lemas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya dulu juga lemas sekali seperti tak ada daya untuk gerak, dan yang paling penting jangan pernah sekali kali melanggar aturan dokter, karena jika dilanggar maka penyakit akan bertambah berat dan pengobatan akan semakin sulit dan lama

      Hapus
    2. Saya juga di vonis TB beberapa hari yg lalu.. Awalnya syok pas denger dr dokter, karena selama ini saya jarang terkena penyakit serius selain Magh.. Awal minum obat, kondisi saya mudah lelah kalo beraktifitas lama.. Yg mas rasakan ada pandangan lain ga selama pengobatan?

      Hapus
    3. Saya juga di vonis TB Paru, beberapa hari yg lalu sama dokter.. Awalnya sya syok dn ga percaya.. Saya sudah minum obat beberapa hari ini, tpi saya merasa sering merasa lemas dn lelah ketika melakukan aktifitas lama.. Apa ada pantangan lain yg mas rasakan selama menjalani pengobatan selama 6 bulan?

      Hapus
    4. Saya juga dulu saat meminum obat, terutama saat pertama awal masa pengobatan. Yang saya lakukan agar sembuh yaitu dengan menuruti semuaanjuran dokter, tidak sama sekali makan goreng gorengan atau berminyak, banyak makan sayur dan buah, saya dulu juga kena mah juga, saya juga menghindari makanan pedas, asam dan bersantan.

      Soal kebersihan jugaa sangat saya jaga, pralatan makan saya cuci bersih dan saya bilas dengan air mendidih agar kuman mati.

      Coba baca artikel saya tentang TB yang lainya di http://www.amir-silangit.com/2016/10/pengalamanku-mengatasi-sakit-tb-paru.html

      Hapus
  16. Maaf mas, sy mw tanya. Ibu sy didiagnosis tb tp alergi dgn inh, obat yg diberi lepasan dan kontrol 2 minggu sekali utk dpt obat.
    Mulai minum oat tgl 10 feb, kalau dihitung 60 hari jatuh tgl 10 april utk masa 2 bulan pertama yg harus rongent dan cek dahak, sedangkan jadwal kontrol 7 april.
    Yg mw sy tanyakan berdasarkan pengalaman mas, utk evaluasi (rongent/cek dahak)apa harus benar2 pas 2 bulan?
    Atau ketika kontrol tgl 7 april sy sdh bawa hasil testnya?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk tes dahak itu 2 kali kalau gak salah, buat mendeteki kuman bagaimana perkembanganya. Tapi kalu mnurut sy ikuti sj perintah dokter, kalau di suruh rontgen ya harus rontgen

      Hapus
  17. mas. boleh berbagi info ? sy mw tanya apakah pengidap TBC tidak boleh diruangan berAC?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya jangan, karena menurut saya, udara dari hasil pernafasan akan menyebar

      Hapus
  18. Mas saya mau tanya. Saya baru saja hari ini terdiagnosis terkena TB. Saya sedih mendengarnya karna menurut perawat saya harus mengurangi bersosialisasi dgn teman2 dan selalu pakai masker. Pdhal sbelumnya saya tdk pernah pakai masker. Saya bingung menjawabnya bagaimana nanti jika tmn2 kuliah dan kos bertanya. Oiya obat yg merah itu sekali minum 3 butir jg kah mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hidup itu memang penuh resiko Mbak/Mas, lakukan saja yang terbaik, intinya kan kita tidak berbuat jahat terhadap orang lain. Gak harus pakai masker mnurutku, cuma kalau batuk harus di tutupi danjangan buang dahak sembarangan

      Hapus
  19. Mas, saya kmrn di nyatakan TB paru positif rasanya sedih bangeeeeet mau nangis tp nanti keluarga tambah sedih.. hari ini pertama saya mulai pengobatan obatnya pro TB 4 nah yang saya bingung saya beratnya 58kg kalau kata apoteker kmrn saya disuruh minum 3 kapsul tp di internet saya liat untuk BB seperti saya minum 4 kapsul, jadi saya bingung mas mohon masukkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba tanyakan dokter atau perawatnya, saya tidak memberikan anjuran karena saya bukan dokter atau perawat.

      Hapus
  20. Mas saya lagi pengobatan tb jalan 4 bulan skrg , nah ketika masnya berobat, pernah gk batuk (flu) . Soalnya saya skrg tiba2 kena flu dan batuk, terus setelah ke dokternya , dikasih obat tambahan , dan skrg sering keluar dahak hijau kental . Apa tb saya kambuh lagi , atau cuman batuk dan flu biasa ?
    Mas pernah ngalamin kaya saya gk selama pengibatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya saya tidak terkena flu dulu, agak lupa sih. Tapi jika kena flu dan batuknya bertambah, mungkin karena cuaca di tempat Mbak/Masnya lagi kurang bersahabat, sehingga jadi terkena penyakit tersebut. Terlebih karena Mas/Mbaknya lagi sakit batuk, frekuensi batuknya jadi bertamabah dan menurut saya itu wajar jika dikasih obat tambahan sebagai pencegahan.

      Hapus
  21. Syukur alhamdulilah mas,, makasih wat motifasinya,, kebetulan calon istri q pun mengalami penyakit ini,dan mohon doanya yah semoga kekasih q dapat menjalani terapi TB ini selama kurang lebih 6bulan ,, ga tega liat dy sakit:'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, saya do'akan semoga cepet sembuh ya, yang sabar ^^

      Hapus
  22. Saya sedang menjalani pengobatan tbc sudah 4 Bln
    Awalnya begitu dengar dari dokter kalau saya positif tbc
    Shock.. Sedihhh.. Dan ga percaya
    Sering bertanya2 pda diri sendiri "Koq bisaaaaaa"
    Padahal saya tdk perokok.. Tdk ada riwayat penyakit berat (TBC)
    Lega aja Begitu dokter bilang Ayooo semangattt mnum obatnya.. TBC bisa Sembuhhhh ..asal DISIPLIN
    Cuma dokter bilang pengobatan saya 9 bln (dan ini pertama kali)
    Saya tidak batuk berdahak dan tdk batuk darah
    Cuma saat di rontagen.. Diparu2 saya terdapet cairan
    Yg banyaknya sekitar 4 cc
    Akhirnya cairan nya disedot.. Alhmdulillah nafas saya lega, dada tdk sesak dan tidak demam lg
    Dokter suruh saya rontagen ke 2 .. Buat membandingakn dgn rontagen sebelumnya..
    Daaann alhmdulillah ya Allah.. Hasilnya sangat memuaskan
    Dan banyak sekali perubahannya..

    Buat Kalian yg mengalami penyakit TB/TBC
    SEMANGATTT... KALIAN GA SENDIRIII
    KALIAN PASTI SEMBUUUHH DAN HARUS SEMBUHHH
    Masa Depan kalian Masih panjang!!
    Jgn hal seperti ini jadi DOWN yaa :))

    BalasHapus
  23. Sy sudah hampir 2 bulan pengobatan TB perut dan sampai sekarang masih merasakan lemas nya setelah minum obat, ada yg pernah ngerasain ga ya

    BalasHapus