Semangat membaraku dalam mengejar cita cita menjadi penulis



Dalam rangka meramaikan kontes blog yang di adakan oleh www.lintas.me, saya akan berbagi cerita mengenai apa yang sudah saya lakukan untuk kemajuan bangsa ini. Tanah  Air tercinta, Tanah Air Indonesia. Saya beruntung di lahirkan di jaman kemerdekaan. Saya merasa bersyukur pada Tuhan karena saya bisa hidup di jaman yang sudah merdeka, modern dan full teknologi yang memudahkan saya menjalani berbagai aktifitas.  Saya tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya jika saya hidup di jaman penjajahan. Di Negara lain, masih banyak saudara saudara kita yang masih di kecam rasa takut dan terancam seperti perang, diskriminasi ataupun penindasan terhadap kaum kaum tertentu, ataupun hal lainya.
Untuk mengisi kemerdekaan, saya dengan cita cita dan minat saya  yang menggebu gebu - mencoba untuk menjadi orang yang lebih berguna dengan menggunakan usia 25 tahun saya untuk seproduktif mungkin berkarya. Sebenarnya bangsa  ini masih di jajah oleh musuh yang juga tak kalah besar dengan bangsa penjajah jaman dulu, yaitu kebodohan dan kemiskinan. Karena kebodohan, bangsa Indonesia di jajah oleh negara lain sehingga menjadi miskin dan teraniaya. Seluruh rakyat menderita dan sangat tersiksa. Setelah merdeka, marilah kita  gunakan kesempatan emas ini sebaik mungkin untuk menjadi bangsa yang berkualitas dengan selalu belajar dan belajar,  sebagai rasa terima kasih kita kepada Tuhan dan para pahlawan yang telah memperjuangkan bangsa Indonesia hingga menjadi seperti sekarang ini.
Ini cerita saya…
Sebenarnya saya masih belum ketemu jelas apa minat saya yang paling menonjol. Saya memiliki hobi menulis, saya ingin jadi penulis sukses yang sering memenangkan lomba blog seperti Harris Maulana. Saya juga suka dengan dunia IT karena saya gemar sekali bermain main dengan komputer terutama pemrograman. Minat lain yang saya miliki yaitu bahasa inggris yang mulai sejak saya masih SMP. Setiap kali berhadapan dengan perintah perintah komputer yang menggunakan bahasa inggris, semangat saya untuk bisa menguasainya semakin besar. Tapi diantara ketiga minat saya, saya lebih suka menjalani hobi menulis saya. Ada keasyikan tersendiri saat menulis. Menurut saya, dengan menulis saya bisa merangkai rangkai kata, ,menjadikan bisa mengeluarkan argumen argumen yang kuat saat berbicara dengan orang lain. Dan yang terpenting bisa berbagi ilmu.
 Saya sangat bersyukur karena orang tua tunggal saya (Ayah saya sudah tiada) di bantu saudara saudara saya bisa menyekolahkanku walau cuma sampai STM (SMK). Saya sangat sayang pada orang tua saya terutama Ibu. Dia telah memperjuangkan segalanya untuk keluarga.  Saya anak ke lima dari enam bersaudara. Boleh di bilang saya paling pintar, menonjol dan cerdas. Walau agak telat mikir.  Orang bilang saya ini orangnya rajin, tekun, ulet dan pantang menyerah (sory, bukan lagi sombong). Saya ingin ada salah satu dari keluarga saya bisa menjadi orang yang lebih berguna, lebih menonjol dan bisa membanggakan keluarga. Saya bercita cita masuk kuliah jurusan Sastra Indonesia atau Inggris atau Ilmu komputer tetapi harus saya biayai sendiri. Saya jadikan menulis sebagai pekerjaan sampingan. Saya yakin saya bisa dapat uang dari menulis untuk biaya kuliah nanti. Saya harus  disiplin dan pintar mengatur waktu antara pekerjaan utama dan sampingan saya agar berjalan seimbang. Saya harus bangun pagi pagi dan bersiap siap berangkat kerja.  Kira kira membutuhkan waktu setengah jam. Sisa waktu sampai setengah tujuh saya gunakan untuk menulis atau membaca buku. Pokoknya setiap detik sangat berharga untuk saya. Orang sukses adalah orang yang pintar dan disiplin membagi waktu.
Dan semangat saya semakin menyala nyala ketika ada lomba kepenulisan. Kabar baiknya, sekarang banyak sekali lomba lomba seperti ini yang bertebaran di internet.  Berbagai cara saya lakukan agar tulisan saya bisa menang yang rata rata hadiahnya sangat menarik.  Seperti banyak membaca buku terutama buku kiat penulisan. Saya rela menyisihkan setengah dari gaji saya untuk membeli buku setiap bulanya, saya tak merasa rugi, bahkan saya senang karena dengan banyak membaca buku, ilmu saya semakin bertambah. 

Buku satu kardus yang sudah hampir saya baca semua.

Kalau nanti saya menang, jika hadiahnya berupa uang – akan saya gunakan buat beli komputer atau laptop baru, supaya kegiatan menulis saya lancar. Karena komputer yang saat ini saya gunakan sering kali eror dan rusak. Saya menjalani  hobiku ini dengan penuh semangat. Memang, sudah berkali kali saya kalah dalam perlombaan. Tetapi itu tidak mematahkan semangat saya untuk berhenti menulis.
Teringat saat saya kehujanan sekitar jam duabelas malam. Sehabis pulang kerja,  saya menyempatkan waktu untuk mampir ke warnet terlebih dahulu, mencari informasi untuk keperluan menulis saya.  Saya sudah tahu jika langit mendung dan akan segera turun hujan. Dan benar saja, hujan deras pun turun. Tetapi demi bisa mendapatkan informasi yang saya perlukan saya rela pulangnya kehujanan. Selama ini saya menggunakan jasa warnet untuk akses internet karena di tempat saya belum mendukung untuk itu. Saya rela kehujanan padahal saya tak bawa mantel hujan, apesnya lagi di tengah jalan motor yang saya tumpangi kehabisan bensin dan harus saya dorong sampai rumah. Pikir saya “Ya Tuhan, semoga perjuanganku ini di bayar dengan harga yang sangat mahal”. Dan esok paginya saya harus berangkat kerja lagi seperti biasanya.
Saya yakin, suatu saat nanti tulisan saya akan memenangkan lomba. Saya yakin, suatu saat nanti saya akan mendapatkan uang 5juta dari lomba menulis. Saya yakin, suatu saat nanti, saya akan mendapatkan hadiah gadget keren yang harganya mahal. Dan saya sangat yakin kalau suatu saat nanti saya akan menjadi orang sukses plus banyak uang. Agar saya selalu termotivasi, saya tempel gambar penyemangat di dinding kamarku.


Gambar di dinding kamar saya yang selalu memotivasi saya setiap saat

Dengan selalu melihat gambar  diatas setiap masuk kamar, semangat saya selalu terpupuk untuk terus maju terutama saat saya kalah mengikuti kompetisi lomba menulis. Saya teringat kalimat pada salah satu buku yang saya baca “Jika seseorang mengalami kekalahan atau kegagalan, sebenarnya Tuhan sedang mempersiapkan ia menjadi orang besar”. Kalimat itu membuat saya selalu optimis dan semangat untuk terus berjuang. Selain itu daftar kompetisi kepenulisan juga tertempel di dinding kamar saya. Sekarang saya boleh menjadi penjaga toilet, tapi suatu saat saya bisa memiliki banyak penjaga toilet.

Daftar lomba menulis yang saya ikuti, saya tempel di dinding  kamar saya.


Dengan daftar tersebut saya tahu berapa lomba yang sudah saya ikuti dan jumlah kalahnya. Kenapa jumlah kalahnya ? Karena saya belum pernah menang sama sekali. Sampai hari ini ada 12 lomba menulis yang saya ikuti dan kalah semua. Bodoh ya, aku ?, huh,,,, cape deh. Mungkin tulisan saya belum memenuhi syarat dan ketentuan. Saya baru hanya mendapatkan satu buah kaos dan novel. Itu pun saya dapatkan bukan karena saya menang lomba, tapi karena saya tercatat sebagai seratus pendaftar pertama.  Walaupun begitu saya merasa bangga  biar cuma sebuah keberuntungan, seperti menang lotre. Saya anggap saja sebagai hasil  dari kerja keras saya.

Buku bonus yang saya dapatkan dari lomba menulis


Kecintaan saya menulis berawal dari sebuah reseller bisnis online, lalu saya membuat blog untuk mempromosikanya. Ditambah lagi  waktu itu saya belum tahu jika ternyata iklan yang banyak di pasang di blog blog merupakan sumber penghasilan. Jika di promosikan lewat blog, saya akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan dan setiap klik iklan. Tetapi karena sulitnya mendapatkan penjualan dan jarangnya klik iklan, seembari saya terus menulis sampai akhirnya saya menemukan kompetisi lomba lomba menulis yang hadiahnya lumayan wah, uang jutaan, gadget mahal, tour, voucher dll.
Masih pada buku yang sama yang saya baca “Apapun yang kita kerjakan secara fokus dan konsisten suatu saat nanti bisa menjadi penopang hidup kita”. Dan yang saya kerjakan ini saya sakin suatu saat nanti bisa menjadi penopang hidup saya. Karena mungkin inilah minat saya yang paling cocok dan kelihatan untuk saya tekuni. Menulis dan terus menulis. Dan mungkin saja suatu saat saya bisa menerbitkan buku. Sambil terus berdoa  mana yang menurut Tuhan paling baik untuk saya. Karena Dia selalu memberikan yang terbaik untuk umatnya dan mengabulkan doa hambanya dengan cara yang berbeda. Jika cita cita saya ingin menjadi penulis, tetapi menurut Tuhan saya lebih baik jadi pebisnis online atau guru bahasa inggris, maka saya akan jadi pebisnis online atau guru bahasa inggris. Intinya kita harus terus berusaha dan berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita.
Demikian cerita saya, semoga semakin banyak generasi muda yang juga memiliki semangat belajar dan berkarya untuk Indonesia yang lebih baik.
Salam “Ayo perangi kebodohan dan kemiskinan dengan terus berkarya dan semangat belajar untuk Indonesia yang lebih baik”.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Semangat membaraku dalam mengejar cita cita menjadi penulis"

Posting Komentar