Keluhan dan harapan dari saya dan masyarakat untuk PLN

Src image by here
Teringat dulu sekitar tahun 90 saat desaku belum di aliri listrik. Segala aktifitas masih banyak di lakukan tanpa teknologi mutakhir yang satu ini. Jika malam hari penerangan menggunakan lampu sentir ( jawa). Belajarpun juga sama. Dulu saat pulang dari ngaji di Mushola ,tak sengaja kaki saya menginjak ular besar kira kira sebesar lengan saya waktu itu, karena penerangan menggunakan obor daun kelapa tak cukup menerangi . Untung saja tak digigit. Sungguh sangat khawatir sekali saat itu. Tapi Alhamdulillah ular itu tidak mematuk kaki saya, mungkin karena saya pulang dari ngaji kali ya….?




Tapi di tahun 92 listrik masuk kedesa saya. Kehidupan warga di desa saya pun mulai berubah lebih baik. Tak lagi repot repot menyalakan lampu sentir tiap malam dan tak lagi repot harus sedia minyak tanah.Tak lagi berangkat ngaji ke Mushola membawa obor daun kelapa dan tak takut lagi menginjak ular. Mulai banyak aktifitas bisa di lakukan dengan memanfaatkan tenaga listrik seperti terutama penerangan. Pokoknya listrik menjadikan hidup lebih baik saat itu hingga sekarang.

Listrik saat ini bagaikan air yang sangat vital untuk kehidupan manusia. Tanpa listrik seolah olah segala aktifitas susah sekali di kerjakan karena hampir seluruhnya memanfaatkan tenaga listrik.

Tetapi biarpun begitu, masih ada saja keluhan dari masyarakat juga dari saya sendiri sebagai pengguna listrik. Semoga keluhan dan harapan saya untuk PLN seperti di bawah ini bisa menjadikan masukan berharga untuk PLN agar menjadi lebih baik, yaitu :

1 Seperti yang di keluhkan paling banyak penggunanya yaitu pemadaman/mati lampu secara tiba tiba tanpa sosialisasi yang merata terlebih dahulu. Bagi yang tinggal di kota, ini merupakan masalah besar mengingat hampir segala hal di lakukan dengan bersumber tenaga listrik. 5 menit mati listrik sebuah pabrik besar bisa rugi ratusan juta. Dengan sosialisasi/pemberitahuan yang merata kepada masyarakat, keluhan para konsumen bisa di minimalisir.
2 Saya tidak setuju dengan adanya listrik prabayar. Sebagian orang memang setuju dengan adanya listrik pintar ini karena bisa mengatur jumlah pengeluaran biaya. Tetapi menurut saya, saya lebih suka dengan listrik meteran lama yang masih di gunakan di rumah saya saat ini. Bagaimana jika saat saat penting tiba tiba listrik mati karena pulsa habis. Seperti saat hajatan misalnya. Orang bisa saja lupa mempersiapkan sesuatu untuk sebuah keperluan.

Src image by here

 Menurut saya, inovasi terbaru dari PLN ini masih belum maksimal hasilnya untuk dirasakan para konsumen. Jika memakai listrik meteran lama, saya tak khawatir listrik mati karena pulsa habis. Saya lebih suka dengan listrik yang saya gunakan saat ini dengan watt 450 dengan biaya bulanan terjangkau dengan rata rata 35 ribu rupiah. Keluhan lain juga di rasakan Hj Risma, warga Samalanga, Bireuen, Aceh. Menurutnya listrik prabayar ini memakan biaya lebih mahal dari pada listrik meteran lama yang ia pakai. Ia ingin menggantinya dengan meteran lama. Pada meteran listrik di toko miliknya di Keude Samalanga, tergantung karton bertulis ‘Perhatian jangan coba-coba ganti prabayar tertanda Hj Risma’. Saya suka dengan listrik meteran lama saat ini, selain tak takut khawatir tiba tiba mati, juga tak khawatir dengan biaya yang mahal karena keluarga saya termasuk boros dengan pemakaian listrik. Mungkin hal ini juga di inginkan untuk orang lain yang juga boros listrik seperti saya.

3 Pembangunan SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi ) yang belum memberikan dampak positif. Seperti yang di keluhkan warga Binjai dan Langkat Sumatera Utara. Puluhan warganya berdemo atas pembangunan SUTET di daerahnya. Menurutnya, hilangnya harga jual tanah dan rumah di area SUTET berdiri menjadi alasan utama penolakan tersebut. Banyak orang yang tidak mau membeli tanah dan rumah berada di area SUTET berdiri. Pihak bank pun tidak bersedia memberikan pinjaman dengan agunan rumah dan tanah mereka. Saat hujan turun, percikan air yang menempel pada kabel SUTET jatuh dan menimpa pemukiman warga menjadikan tanaman tanaman yang menjadi kebutuhan sehari hari warga mati akibat terkena percikan kabel SUTET tersebut. Belum lagi WHO mempublikasikan tentang penelitian dampak SUTET terhadap kesehatan akibat radiasi elektromagnetik seperti gangguan sistem saraf, reproduksi dan lain lain. Mungkin dengan memilih tempat pembangunan SUTET yang jauh dari pemukiman warga, bisa mengurangi dampak negatif dari SUTET tersebut.

4 Semakin berkembangya jaman dan teknologi. Kasihan mereka yang tinggal di daerah terpencil yang belum bisa menikmati manfaat listrik. Seperti salah satu desa di pulau Batam. Saat malam hari penerangan hanya memanfaatkan lampu sentir (jawa). Bagaimana generasi penerus bangsa bisa memaksimalkan prestasinya, menyalurkan bakat dan kemampuanya sementara fasilitas listrik yang sangat mendukung proses belajar mengajar belum tersedia.


Semoga ini menjadi PR besar PLN untuk menjadikan listrik menuju kehidupan lebih baik bisa di rasakan seluruh masyarakat Indonesia.

5 Kecelakaan yang sering terjadi di jalan terutama yang ber-aspal halus tanpa penerangan. Contohnya seperti di daerah saya ( karanganyar -kebumen- jawatengah ). Jalan aspal halus dari desa karanganyar menuju desa saya sepanjang kira kira 2km tidak di beri lampu penerang jalan . Bila malam hari gelap gulita. Terkadang saat saya naik sepeda ontel di malam hari, perasaan was was dan khawatir menabrak atau tertabrak kendaraan lain selalu ada . Biarpun masih belum ada kasus kecelakaan di malam hari, tetapi di khawatirkan hal itu terjadi. Saya merasa nyaman jika setiap jalan di terangi lampu penerangan. Ini memang sepele tetapi penting untuk di perhatikan.
Jalan tanpa penerangan berpotensi rawan kecelakaan (bak karanganyar)


Semoga komitmen PLN yang menegaskan bahwa manajemen PLN dalam praktek penyelenggaraan korporasi yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat benar benar di buktikan supaya hak hak semua pihak baik itu perusahaan, karyawan ataupun konsumen bisa terpenuhi.
Itulah harapan saya untuk PLN, semoga bisa menjadi masukan yang bermanfaat.
Tulisan ini di ikutsertakan dalam kontes blog yang di selenggarakan oleh PT. PLN yang bekerjasama dengan BlogDetik.

Sumber referensi artikel :
Akudanpln.blogdetik.com
http://sindoradio.com/news/detail/1995/kerugian-materi-akibat-pembangunan-sutet
http://aceh.tribunnews.com/2012/06/25/pelanggan-tolak-meteran-prabayar
Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keluhan dan harapan dari saya dan masyarakat untuk PLN"

Posting Komentar